Mengenal Strategi Pemasaran Produk dan 4 Aspek Utamanya

Pemasaran produk bersifat strategis, berfokus pada pengembangan produk menyesuaikan marketnya. Dalam marketing mix, Product adalah salah satu bagiannya.

Anda yang ingin berbisnis dengan menjual produk sendiri, artikel ini bisa jadi panduan yang berharga.

Sejak era digital, semakin banyak UMKMterutama usaha mikroyang bermunculan. Sayangnya, usaha-usaha baru tersebut biasanya kesulitan dalam menjalankan strategi pemasaran produk.

Pada akhirnya, revenue tidak seberapa, cash flow tidak stabil, ujung-ujungnya usahanya berhenti.

Padahal UMKM di Indonesia berperan penting dalam menopang perekonomian bangsa. 

Sumber: data.tempo.co

Bayangkan saja, 60,3% dari PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia berasal dari sektor ini. Bahkan sektor ini berhasil menyerap 97% dari total tenaga kerja.

Anda mungkin salah satu dari pemilik UMKM. Jangan sampai usaha Anda berhenti karena penjualan produk tidak cukup oke.

Apa itu Pemasaran Produk?

Pemasaran produk adalah kegiatan pemasaran untuk menghubungkan produk ke market yang sesuai, sehingga terjadi penjualan.

Apa bedanya dengan pemasaran konvensional?

Sederhananya, pemasaran konvensional ibarat payung yang menaungi seluruh aspek pemasaran. Sedangkan pemasaran produk bersifat lebih strategis. 

Jika Anda melihat strategi 7P Marketing Mix, Product jadi salah satu aspeknya. 

Sumber: blog.oxfordcollegeofmarketing.com 

Fokusnya ada di pegembangan produk dan menentukan positioning produk ke konsumen yang paling tepat.

Setidaknya ada 4 aspek yang jadi bagian dalam strategi pemasaran produk, antara lain: Market position, Pricing & Packaging, Marketing & Promotion Plan, Customer Response.

Strategi Pemasaran Produk

1. Market Position

Sumber: m16marketing.com 

Saat Anda memperhatikan iklan Dettol, yang mereka tekankan yaitu “sabun anti bakteri/antiseptik untuk melindungi keluarga dari kuman penyebab penyakit.”

Nah, itulah contoh market position atau posisi pasar.

Dengan kata lain, market position adalah upaya perusahaan menciptakan suatu “citra” yang akan membentuk persepsi konsumen terhadap brand atau produk.

Untuk merumuskan market position, ada beberapa proses analisis yang bisa Anda lakukan, misalnya: 

➜ Competitive Analysis

Competitive analysis adalah menganalisis kompetitor, mulai dari positioning yang mereka pilih, karakteristik produknya, strategi marketingnya, dll.

Pada proses ini, Anda jadi bisa membandingkan kelemahan dan kekuatan brand milik Anda dan kompetitor. Dari situlah Anda bisa merumuskan keunikan apa yang ingin Anda usung. 

Selain itu, tahapan ini juga bisa jadi acuan bagaimana Anda harus beradaptasi dengan persaingan.

Market Gaps

Market gaps adalah analisis celah pasar yang berkaitan dengan permintaan dan pasokan. 

Artinya, saat pasokan tidak bisa memenuhi permintaan, di situ ada peluang penjualan.

Misalnya, saat terjadi kelangkaan masker, para pengrajin kain memanfaatkan situasi ini untuk memasarkan masker kain.

Namun, hal ini tidak terbatas pada jenis produknya. Bisa juga berkaitan dengan karakteristik suatu produk.

Misalnya, kopi susu di pasaran rata-rata terlalu manis. Padahal ada cukup banyak penikmat kopi yang menyukai sedikit rasa pahit. Nah, celah itu bisa Anda ambil.

Customer Purchasing Data

Setiap konsumen pasti memiliki kebiasaan tertentu ketika melakukan pembelian. Pada saat Anda menganalisis kebiasaan tersebut, akan ada beberapa insight tersembunyi yang Anda dapatkan. Misalnya:

  • Produk apa yang paling banyak peminatnya secara umum.
  • Bagaimana daya beli konsumen di area tertentu.
  • Karakteristik konsumen seperti apa, menyukai produk seperti apa.
  • Pola penjualan musiman,
  • dll.

Customer Needs

Sebagus apapun produk milik Anda, jika itu tidak sesuai dengan kebutuhan konsumen, bersiaplah untuk mengalami kegagalan.

Bahkan suatu inovasi sekalipun, akan tetap mempertimbangkan kebutuhan konsumen.

Maka dari itu, beberapa aspek penting berikut ini perlu Anda perhatikan:

  • Harga. Tidak melulu mengenai harga murah, tapi harga yang masuk akal untuk kualitas tertentu.
  • Keandalan atau keawetan produk.
  • Kebijakan jaminan pengembalian produk jika terjadi masalah.
  • Kenyamanan dalam penggunaan produk.
  • Fungsional produk.
  • Transparansi mengenai produk. Misalnya, komposisi produk, detail ukuran, dll.
  • Kontrol pelanggan atas produk. Misalnya, kustomisasi produk, kontrol durasi berlangganan, dll.
  • Empati dan keramahan dalam pelayanan.
  • Informasi yang mudah diakses pelanggan. Bentuk informasinya seperti, panduan pembelian, tata cara penggunaan, dll. 

2. Pricing & Packaging

Sumber: Freepik

Bagaimanapun, konsumen akan melihat harga dan kemasan pada saat membeli produk. Maka dari itu, dalam strategi pemasaran produk, merumuskan variasi harga yang tepat dan kemasan yang menarik jadi sangat krusial.

Product Revenue Goals 

Sebelum menentukan harga dan kemasan, pertama-tama Anda perlu merumuskan revenue yang Anda targetkan.

Tujuannya agar harga yang Anda tentukan tetap masuk akal untuk keberlangsungan bisnis. 

Pricing Strategy

Cara paling sederhana untuk menetapkan harga adalah dengan cara melihat biaya produksi, kemudian angkanya Anda mark up sebagai keuntungannya.

Namun pricing strategy lebih dari itu. Ada strategi pemberian diskon, promo, harga dalam bentuk paketan, dll.

Ketika menetapkan harga Anda juga harus memperhatikan konsumen yang Anda targetkan. Mereka prefer dengan harga murah dengan kualitas seadanya atau harga mahal dengan kualitas lebih baik.

Packaging

Untuk menentukan bagaimana kemasan produk yang tepat, beberapa hal berikut ini bisa Anda jadikan acuan.

  • Budget. Jangan sampai budget untuk produk terlalu tinggi sehingga membuat harga jual jadi membengkak. Kecuali jika Anda memang menjual produk premium dan ingin kemasan yang premium juga.
  • Ukuran kemasan. 
  • Fungsional. Artinya, kemasannya bisa berfungsi dengan efektif dan memudahkan konsumen ketika ingin menggunakan produk. 
  • Desain kemasan dan branding atau gambar dalam kemasan.

3. Marketing Strategy

Sumber: Freepik

Akhirnya kita sampai di poin strategi marketingnya.

Setiap jenis produk, dan penetapan harga yang berbeda, butuh strategi yang berbeda pula. 

Dalam strategi pemasaran ini, hal-hal berikut ini wajib Anda perhatikan.

Messaging & Positioning

Anda harus membuat narasi khusus yang mencirikan brand Anda. Narasi tersebut akan menjadi pesan yang menginformasikan pada konsumen, seperti apa produk yang Anda jual.

Selain itu, Anda juga harus merumuskan “bahasa” yang akan Anda gunakan dalam menjalankan marketing. Sesuaikan dengan positioning yang Anda pilih.

Misalnya Anda menyasar anak muda, gaya bahasa yang gaul dan santai bisa Anda pilih.

Marketing Channels

Apa itu marketing channels? Jadi itu adalah platform yang Anda gunakan untuk menjalankan pemasaran. 

Platform sosial media jadi channel yang paling umum. 

Platform sosial media ada banyak, Anda tidak harus menyasar semua. Fokus saja di beberapa platform yang sekiranya efektif.

Website juga salah satu channel yang cukup umum digunakan. Namun, channel ini biasanya hanya digunakan oleh perusahaan yang cukup mapan. Pasalnya, harga untuk mengembangkan website relatif mahal.

Apabila Anda tertarik menggembangkan website untuk menjalankan marketing, gunakan layanan Jogjahost yang banyak pilihan paketnya. Anda bisa coba-coba di paket yang murah dulu. Jika Anda rasa hasilnya cukup efektif, Anda bisa dengan mudah melakukan upgrade.

Market place pun termasuk salah satu jenis kanal marketing. Anda bisa mengoptimalkan foto produk dan deskripsinya untuk menarik minat konsumen. 

Selain itu, Anda bisa memanfaatkan fitur promosi berbayar untuk membuat produk Anda mudah ditemukan.

4. Customer Response

Sumber: Freepik

Poin terakhir ini pada dasarnya adalah untuk mengevaluasi bagaimana proses di atas berjalan. Cara evaluasinya dengan cara menganalisis respon konsumen. 

Aspek utama yang perlu Anda analisis antara lain:

Buying Process

Buying process atau proses pembelian yang sebelumnya Anda aplikasikan apakah sudah maksimal atau belum.

Proses pembelian ini termasuk di ranah online maupun offline.

Jika ada yang masih bisa dioptimalkan prosesnya, Anda bisa melakukan pembaruan.

Sales & Revenue Monitoring

Memonitoring penjualan dan penghasilan akan mengevaluasi seberapa efektif Anda menjalankan strategi marketing.

Strategi marketing harus terus Anda kembangkan sampai Anda menemukan pendekatan yang paling efektif. Dengan indikasi penjualan dan penghasilan yang meningkat. 

Customer Feedback

Coba kumpulkan setiap feedback dari konsumen. Anda juga perlu melakukan pelacakan di sosial media, siapa tahu ada konsumen yang mengomentari produk Anda tapi no mention.

Hal ini nantinya bisa Anda jadikan acuan untuk melakukan upgrade. Baik itu pada produk, kemasan, harga, maupun layanan.

Strategi Pemasaran Produk, Mengoptimalkan Produk untuk Meningkatkan Penjualan

Istilah “strategi pemasaran produk” bukan hanya tentang cara Anda memasarkan produk. 

Strategi pemasaran produk bersifat lebih strategis. Mengingat produk merupakan salah satu bagian dari marketing mix.

Hal ini mencakup:

  • Posisi pasar yang Anda targetkan,
  • Strategi penetapan harga dan pemilihan kemasan.
  • Strategi pemasaran
  • Respon konsumen sebagai bentuk evaluasi.

Penutup

Produk merupakan aspek utama yang akan menentukan seberapa puas konsumen. Maka dari itu, menjalankan strategi pemasaran produk dengan tepat bisa memaksimalkan penjualan Anda.

Jangan hanya fokus dengan cara pemasarannya saja. Itu hanya salah satu aspek. Konsep dari strategi pemasaran produk adalah bagaimana Anda menghadirkan produk yang tepat untuk konsumen yang tepat.

Related Post:
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print
Jho

Jho

Saya akan berbagi tulisan tentang definisi apapun yang berkaitan dengan dunia hosting, domain dan website.

Tinggalkan komentar

Content

Pilihan

Dapatkan layanan hosting unlimited murah dengan unlimited storage SSD, unlimited bandwith,litespeed webserver dan fitur unggulan lainnya di Jogjahost