Apa itu IoT? Prinsip Kerja, Unsur Pembentuk & Contohnya

IoT mengusung konsep konektivitas barang sehari-hari ke jaringan internet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan fungsi dari barang tersebut sehingga bisa menunjang kinerja atau aktivitas manusia.

Hal ini berpotensi menciptakan berbagai perangkat yang super canggih. Penerapannya bahkan mencakup banyak sektor, misalnya: pertanian, kesehatan, otomotif, rumah tangga, manufaktur, dll.

IoT akan menjadi the next big thing setelah era media sosial dan smartphone. Buat Anda yang tertarik mempelajarinya, bisa menyimak artikel ini lebih dulu. Artikel ini akan memberikan wawasan basic tentang internet of things, untuk Anda.

Apa itu IoT? 

IoT adalah suatu konsep mengenai benda sehari-sehari dengan sensor, software, atau teknologi lainnya di dalamnya, memungkinkannya terhubung dengan perangkat dan sistem lain melalui jaringan internet.

Sederhananya, konsep ini bertujuan untuk menghubungkan seluruh obyek fisik ke internet. 

Manfaat IoT yang akhirnya bisa Anda rasakan adalah efisiensi waktu, meminimalisir effort kerja, meningkatkan proses collecting data, mengefektifkan analisis data, meningkatkan sistem keamanan, dll.

Contoh sederhana dari penerapan konsep ini adalah lampu pintar. Bayangkan, lampu di rumah Anda bisa menyala hari sudah mulai gelap dan mati pada saat cahaya mulai muncul.

Alat tersebut beroperasi berdasarkan sensor cahaya. Anda juga bisa mengontrolnya melalui smartphone.

Penerapan Internet of things ini bisa mencakup peralatan rumah tangga yang sederhana hingga alat industri yang lebih kompleks. 

Internet of things bahkan bisa dikombinasikan dengan teknologi lain. Misalnya, artificial intelligence, machine learning, big data, dll. Kombinasi tersebut berpotensi menciptakan obyek-obyek yang semakin canggih.

Anda bisa melihat video dari Intel berikut ini untuk mengetahui apa itu IoT.

Sumber: Youtube channel Intel

Unsur-unsur IoT

Image result for 7 iot principal
Sumber: data-flair.training

Internet of things tersusun dari beberapa unsur, yaitu:

1. Sensor

Unsur pertama adalah sensor. Hal ini bertugas untuk mengumpulkan data dari lingkungan sekitar di mana benda tersebut berada. 

Sensor tersebut bisa mengumpulkan data berupa suhu, cahaya, suara, waktu, dll. Selain itu, alat ini juga bisa mengumpulkan data yang lebih kompleks misalnya detak jantung atau pergerakan obyek, dll.

2. Koneksi

Unsur ini bertugas untuk mengirimkan data atau informasi dari sensor ke pengolahan data. 

Pada konsep ini, jaringan internet berperan besar dalam hal koneksi. Selain itu, konsep ini juga bisa memanfaatkan koneksi dari WiFi atau bluetooth.

3. Pengolahan data

Unsur inilah yang akan menilai suatu data. Bagaimana suatu perangkat akan beroperasi, mengacu pada hal ini.

Misalnya pada lampu pintar. Pengolahan data akan menilai kapasitas cahaya. Jika cahaya sudah redup, lampu akan menyala.

4. User Interface

Unsur ini berperan sebagai controller. Selain itu, perangkat UI juga berfungsi untuk memberikan informasi pada Anda sebagai user.

Perangkat UI bisa terpasang jadi satu dengan barang, bisa juga terpisah. Perangkat UI juga bisa menggunakan smartphone dengan perantara suatu aplikasi.

Prinsip Kerja IoT

Dalam keynote speech-nya di Dr. Tom Bradicich adalah Wakil Direktur Teknik Server di Hewlett-Packard. Di Industrial Internet Consortium’s Energy Summit, dia mendapat kehormatan untuk memberikan keynote speech. 

Baca Juga:  Cara Download Subtitle Youtube 2021 (100% Works)

Dalam keynote speech-nya, dia menyatakan ada 7 prinsip IoT. Dengan kata lain, cara kerja IoT mengacu pada prinsip-prinsip tersebut. 

#1. Big Analog Data

Data analog merepresentasikan hal-hal alamiah di dunia manusia. Contoh data analog yaitu: cahaya, suara, suhu, getaran, kecepatan,  akselerasi, waktu, lokasi, dll. 

Hal ini merupakan data tertua, tercepat dan terbesar daripada jenis big data lain terutama data digital. Maka dari itu, data analog harus mendapat perlakuan spesial daripada data digital. 

#2. Perpetual Connectivity

Internet of things akan selalu terhubung dan selalu aktif. Dengan kata lain, konektivitasnya bersifat abadi. Jadi, perangkat akan terhubung dengan internet secara terus menerus. 

Dengan demikian, user bisa memonitor informasi real time secara berkelanjutan dan maintenance perangkat untuk optimasi sesuai kebutuhan. 

Selain itu, perusahaan bisa mendapat keuntungan dari adanya konektivitas konstan dan berkelanjutan dengan konsumen. Dari situ, perusahaan bisa mendapat insight marketing untuk memotivasi konsumen melakukan pembelian.

Dr. Tom Bradicich menyebut hal itu dengan istilah 3M: Monitor, Maintain, dan Motivate.

#3. Really Real Time

Real time pada konsep internet of things tidak bekerja seperti hal lain. Real time pada konsep ini bahkan bukan pada saat data mengenai switch jaringan atau sistem komputer.

Internet of thing mengusung konsep really real time yang mulai beroperasi sejak sensor memperoleh data.

Contohnya untuk alat pencegah kebakaran. Anda tentu butuh informasi secepat mungkin sebelum api melahap habis rumah Anda. 

Maka dari itu, alat akan bekerja dalam sepersekian detik setelah sensor asap dan sensor suhu mendeteksi adanya kobaran api. 

Bayangkan jika harus menunggu data dikirim ke cloud atau pusat data. Rumah Anda pasti tinggal puing-puing.

#4. The Spectrum of Insight

“Spectrum of Insight” berasal dari data IoT. Data tersebut termasuk dalam 5 fase data flow, yaitu: real time, in motion atau bergerak, early life atau awal mula menyala, at rest atau saat istirahat, dan arsip.

Spectrum of insight mencakup data real time untuk menentukan respon langsung pada sistem kontrol. Selain itu, data yang masuk arsip (pusat data), jadi insight penting untuk melakukan analisis perbandingan dengan data bergerak yang lebih baru.

#5. Immediacy Versus Depth

Dalam konsep ini, “Time-to-Insight” sangatlah penting. Artinya, analisis data yang bernilai atau memiliki value untuk mendukung pengambilan keputusan. 

Prinsip immediacy versus depth artinya menukar kedalaman informasi dengan kecepatan time-to-insight. 

Baca Juga:  6 Cara Download Video Tiktok Mudah Tanpa Watermark

Dengan adanya komputer dan solusi internet of things, Anda sudah bisa mendapatkan Time-to-Insight” pada saat analitik dasar.  

#6. Shift Left

Insight yang cepat dan mendalam sangatlah sulit untuk mendapatkannya. 

Bagaimanapun, para insinyur sudah terlatih untuk memecahkan obyek yang bertentangan seperti hal di atas. 

James colling menyebut fenomena itu dengan istilah  “The Genius of the AND”.

Untuk menjelaskan prinsip ini, Dr. Tom Bradicich menggunakan arsitektur 4 Tier End-to-End IoT Solutions.

Sumber: blog.iiconsortium.org

Dorongan untuk mendapatkan insight cepat dan mendalam membuat proses komputasi tingkat tinggi dan analisis data bergeser ke kiri menuju Tier 3. 

Padahal, hal tersebut biasanya tersedia di cloud atau pusat data (Tier 4).

Dengan demikian, komputasi mendalam akan berada lebih dekat dengan sumber data. Tepatnya berada pada poin akuisisi dan akumulasi data di sensor (Tier 1) dan network gateway (Tier 2).

#7. The Next V

Para ahli biasa menyebut karakterisasi big data dengan istilah V’s, yaitu: Volume, Velocity, Variety, dan Value. 

Prinsip The next V artinya, ada satu V yang dimaksud adalah Visibility. 

Artinya, pada saat  data terkumpul, data scientist di seluruh dunia harus memiliki akses supaya bisa menggunakannya sesuai kebutuhan.

Visibilitas memberikan kemudahan pada user karena tidak harus mengirim data dalam jumlah besar ke seseorang atau ke lokasi yang jauh.

Dari 7 prinsip di atas membentuk cara kerja IoT. Untuk lebih mudah memahami cara kerjannya, Anda bisa melihat video di bawah ini:

Sumber: Youtube Channel How It Works

Perkembangan IoT dan Contohnya

Awal mula sejarah IoT terjadi ketika John Romkey mencoba menghubungkan pemanggang rotinya dengan komputer di tahun 1990. 

Namun, istilah internet of thing baru muncul pada tahun 1999. Kevin Ashton lah yang memperkenalkan istilah tersebut. 

Penerapan konsep ini akan terus mengalami perkembangan. IDC, sebuah perusahaan analisis teknologi bahkan memperkirakan akan ada 41,6 miliar perangkat IoT pada tahun 2025.

Beberapa contoh IoT adalah sebagai berikut: Home security, Air quality monitor, Smoke alarm, Smart farming, Industrial security and safety, Hue & Lighting system, Universal remote, Motion detection, AR glasses, dll.

IoT: The Next Big Things 

Internet of Things atau IoT merupakan suatu konsep teknologi yang mengkoneksikan berbagai jenis benda ke jaringan internet. 

Hal tersebut memungkinkan benda tersebut beroperasi secara otomatis. Selain itu, benda-benda tersebut bisa memberi data real time pada user secara berkelanjutan. 

Baca Juga:  Cara Menghapus Akun IG Sementara & Permanen

Internet of things bisa memberikan banyak manfaat. Hal yang paling utama adalah mengurangi beban kerja dan menghemat waktu. Hal ini juga membantu dalam hal pengumpulan data dan analisis data.

Namun, Anda juga harus waspada dengan resikonya. Internet of things akan membuat keamanan data pribadi jadi lebih rentan.

Potensi penerapan IoT bisa mencakup banyak bidang. Misalnya, bidang manufaktur, pertanian, kesehatan, transportasi, perlengkapan rumah tangga, dll.

Dengan semua manfaat dan potensinya, tak heran jika IoT akan jadi The Next Big Thing setelah era smartphone dan media sosial.

Penutup

Semakin banyaknya chip komputer yang murah dan jaringan wireless di mana-mana, memungkinkan berbagai perangkat menjadi bagian dari IoT.

Internet of Things yang semakin luas akan membuat dunia di sekitar kita jadi serba digital, lebih smart, lebih responsif dan meminimalisir kerja manusia.

IoT adalah masa depan yang tidak akan jauh lagi kita capai. Semoga artikel di atas memberi wawasan bermanfaat tentang IoT. 

Related Post:
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print
Jho

Jho

Saya akan berbagi tulisan tentang definisi apapun yang berkaitan dengan dunia hosting, domain dan website.

Tinggalkan komentar

Content

Pilihan

Dapatkan layanan hosting unlimited murah dengan unlimited storage SSD, unlimited bandwith,litespeed webserver dan fitur unggulan lainnya di Jogjahost