Apa itu Top Level Domain? Jenis, Contoh, dan Cara Registrasi

TLD adalah ekstensi nama domain seperti .com, .org, .edu, .gov, dll. 

Pada saat membuat website, Anda harus meregistrasikan nama domain termasuk TLD-nya. 

TLD pada prinsipnya untuk mengidentifikasi suatu website. Internet Corporation for Assigned Names and Numbers membaginya dalam 3 jenis utama yaitu generic, sponsored, dan country code

Artikel ini cocok untuk Anda yang sedang membuat website dari Wordpress atau blogspot, sedang mendalami web development di kursus, perkuliahan, atau otodidak. 

Dengan memahami TLD dan struktur nama domain, Anda bisa memilih identitas website Anda dengan lebih baik.

Apa itu Top Level Domain (TLD)?

Anda tentu sudah familiar dengan suatu alamat website yang berakhiran .com, .co, .net, .org, dll. Nah, itu adalah contoh Top Level Domain atau TLD.

Dalam struktur nama domain, TLD jadi segmen terakhir. Istilah lainnya adalah suffixes

Anda bisa mengidentifikasi sebuah web dari TLD-nya. Misalnya, negara asal dari website tersebut, apakah web itu milik perusahaan, institusi pendidikan, pemerintah, dll.

Pembagian kategori yang lebih lengkap akan kami ulas di bawah. 

Sejak tahun 2010, pedoman untuk TLD sedikit dilonggarkan oleh Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN). Terutama untuk TLD yang berhubungan dengan merek dagang perusahaan.  

Pada tahun 2014, ICANN juga menerbitkan sekitar 2000 TLD untuk kebutuhan global (seluruh dunia). Jika ingin melihat Top Level Domain list, Anda bisa membuka situs Internet Assigned Number Authority (IANA)

IANA sendiri merupakan cabang dari ICANN. IANA memiliki tugas untuk mengkoneksikan TLD dengan alamat IP.

W3techs.com mencatat bahwa .com adalah TLD yang paling populer di seluruh dunia. Penggunanya mencapai 52,0%. General TLD lain yang mengikutinya adalah .org (4,5%) Dan .net (3,3%).

Untuk TLD yang berhubungan dengan asal negara, .ru yang paling banyak digunakan. Secara global, TLD ini bahkan menduduki peringkat 2 dengan jumlah pemakaian 6,1%.

Jenis dan Contoh Top Level Domain

Nah, di poin ini kami akan membahas jenis atau pembagian kategori dari TLD. 

IANA secara resmi mengkategorikan TLD menjadi 3 jenis, yaitu:

1. Generic Top-Level Domains (gTLD)

Tipe ini adalah kode domain yang pertama kali dikembangkan dalam sistem bersama dengan domain kode negara. 

Jenis ini mencakup berbagai ekstensi domain yang umum. Selain .com, .org, dan .net, masih ada jenis lain yang populer seperti .co,, .biz, .info, .xyz, dll

Meski .org penggunaannya cukup spesifik untuk suatu organisasi, tapi secara umum tipe ini cukup longgar penggunaannya.

Di tahun 2011, ICANN membuka kesempatan bagi perusahaan atau organisasi yang ingin mendaftarkan gTLD milik mereka sendiri. 

Beberapa contoh gTLD milik perusahaan yaitu .oracle, .google, .mitsubishi, .oldnavy, dll.

Beberapa organisasi juga turut mendaftarkan beberapa gTLD baru seperti .mm, .money, .realestate, dll.

Sejak ICANN menjalankan kebijakan ini, gTLD yang sebelumnya hanya 22, sekarang sudah lebih dari 1.200.

2. Sponsored Top-Level Domains (sTLD)

Tipe ini cukup spesifik. Biasanya beberapa entitas tertentu mensponsori ekstensi domain tipe ini.

Beberapa contohya adalah:

  • .gov – Situs pemerintahan di US.
  • .edu – Institusi pendidikan di US.
  • .mil – Militer US.
  • .jobs – Society for Human Resource Management mensponsori TLD ini untuk manajer sumber daya manusia.
  • .post – Universal Postal Union mensponsori TLD ini.
  • dll.

Jumlah sTLD relatif sedikit. Hingga tulisan ini kami buat, kurang lebih ada 14 sTLD.

3. Country Code Top-Level Domains (ccTLD)

Tipe ini mewakili suatu negara. Country Code Top Level Domain Indonesia adalah .id.

Contoh milik negara lain yaitu:

  • .ru – Rusia
  • .us – USA
  • .eu – Uni Eropa
  • .jp – Jepang
  • .sg – Singapore
  • dll.

Tipe ini tentu saja tidak hanya untuk situs pemerintahan. Perusahaan juga menggunakan ekstensi ini untuk melokalkan situs mereka di negara tertentu.

Contohnya adalah Amazon.com yang menggunakan Amazon.co.uk untuk menyasar pasar Inggris secara spesifik.

Mengenal Struktur Domain Name System (DNS)

Tidak akan afdol jika membicarakan TLD tanpa membicarakan struktur DNS. 

DNS adalah suatu sistem yang menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP. 

Mengapa harus diterjemahkan?

Jadi, mesin atau komputer hanya bisa memahami alamat IP. Sedangkan manusia, hanya bisa memahami nama domain. Maka dari itu, supaya website bisa terbuka, DNS akan menerjemahkan alamat domain menjadi alamat IP yang sesuai.

Nah, seperti yang sudah kami singgung di atas, TLD merupakan bagian terakhir pada struktur nama domain atau DNS. Lalu bagaimana dengan bagian lain dari struktur DNS? Kami akan membahasnya di sini.

Sumber: SS Pribadi

Anda bisa melihat bagan di atas sebagai ilustrasi.

Top Level Domain

Pada contoh di atas, Top Level Domain-nya adalah .com. Untuk jenis dan contoh lain sudah kamu ulas di atas.

Untuk bisa mendapatkan TLD, Anda harus membelinya. Tentu saja bukan “literally” membeli ya! Anda hanya “menyewa” untuk menggunakannya dalam jangka waktu tertentu (biasanya minimal 1 tahun). 

Anda bisa menyewa berbagai pilihan gTLD di Jogjahost, mulai dari .com, .net, .org, .info, .biz, dll. 

Di sini, Anda juga bisa registrasi ccTLD “.id“. Tapi, ada beberapa persyaratan yang harus Anda urus dan penuhi. Selengkapnya bisa Anda lihat di sini.

Jika menggunakan layanan hosting Jogjahost, registrasi domain sudah termasuk dalam paketannya.

Pada saat registrasi atau menyewa domain, Anda juga akan mendaftarkan second level domain.

Second Level Domain

Second level domain adalah nama yang Anda kreasikan sendiri untuk mengidentifikasi website atau bisnis Anda. 

Contoh second level domain adalah “jogjahost” pada domain utuh jogjahost.com.

Sumber: SS Pribadi

Pada saat melakukan registrasi, pertama-tama Anda harus mengecek ketersediaannya dulu seperti gambar di atas. Jika nama yang Anda kreasikan sudah ada dalam sistem, Anda harus mengganti nama lain.

Third Level Domain

Third level domain adalah tingkatan paling bawah meski letaknya ada di paling kiri. Hal ini berlaku juga sebagai sub domain

Third level domain atau sub domain bisa Anda dapatkan dengan melakukan konfigurasi melalui cPanel hosting.

Caranya, cari menu “Subdomains” di cPanel. Setelah menu tersebut Ada buka, ada kolom untuk subdomain yang bisa Anda isi. Setelah selesai mengisinya, klik create.

Sumber: SS Pribadi

Nah, di “public_html” akan muncul folder baru dengan nama sub domain seperti yang tadi Anda buat. 

Jika Anda ingin mengisinya dengan sebuah halaman web, Anda bisa mengupload berkasnya di folder ini.

Contoh third level domain adalah kata “blog” untuk domain blog.hubspot.com.

TLD: Skema untuk Mengidentifikasi Situs Anda

Orang-orang secara umum mengenal TLD dari bentuk ekstensinya, seperti .com, .org, .edu, .gov, dll.

Dalam struktur nama domain, hal ini ada di paling akhir.

TLD diciptakan untuk mengidentifikasi suatu situs. Ada 3 kategori utama yaitu generic, sponsored, dan country code

Untuk sponsored dan country code jauh lebih spesifik. Misalnya ekstensi domain .go.id berarti situs itu milik pemerintah Indonesia dan tidak boleh untuk jenis lain. 

TLD yang lebih umum adalah Generic TLD seperti .com, .net, .co dll.

Baca juga:

Penutup

Untuk memutuskan nama domain termasuk TLD-nya, Anda harus memikirkannya dengan baik-baik. Hal itu akan jadi identitas bisnis atau organisasi Anda di internet. 

Anda bisa menggunakan layanan dari Jogjahost untuk mendapatkan service terbaik dengan harga bersahabat.

Related Post:
Jho

Jho

Saya akan berbagi tulisan tentang definisi apapun yang berkaitan dengan dunia hosting, domain dan website.

Tinggalkan komentar

Content

Pilihan

Dapatkan layanan hosting unlimited murah dengan unlimited storage SSD, unlimited bandwith,litespeed webserver dan fitur unggulan lainnya di Jogjahost