Apa itu Protokol? Fungsi & Jenisnya (Berdasarkan Model OSI)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print

Protokol jadi hal yang fundamental dalam komunikasi digital. Pertukaran data antar komputer dalam sebuah jaringan bisa terjadi karena adanya suatu protokol. 

Protokol merupakan aturan standar yang beroperasi di latar belakang, memungkinkan tiap lapisan jaringan bisa menjalankan prosesnya sesuai dengan tiap tahapan pada pertukaran data. 

Artikel ini akan mengulas definisi protokol yang berkaitan dengan jaringan komputer, fungsi & jenisnya.

Pengertian Protokol pada Jaringan Komputer

Protokol adalah seperangkat aturan standar untuk menunjang komunikasi antar komputer. Setiap komunikasi dalam suatu jaringan komputer akan melibatkan suatu protokol. 

Aturan standar dalam protokol mencakup: 

  • Jenis data yang bisa dikirim
  • Perintah untuk mengirim dan menerima data, 
  • Bagaimana untuk mengkonfirmasi transfer data.

Anda bisa membayangkan protokol layaknya suatu bahasa lisan. 

Pada setiap bahasa ada kosakata dan aturannya masing-masing. Dua orang dari negara yang berbeda bisa berkomunikasi jika memahami bahasa yang sama.

Suatu perangkat komputer juga bisa berkomunikasi satu sama lain menggunakan protokol yang sama meski berbeda spesifikasi dan berasal dari pabrikan yang berbeda. 

Misalnya, perangkat iPhone bisa mengirim email ke perangkat Android menggunakan protokol email standar. PC Windows bisa membuka halaman web dengan server berbasis Unix menggunakan protokol web standar.

Protokol memiliki peran yang sangat vital berkaitan dengan perpindahan data di internet. Secara umum, protokol berfungsi untuk memfasilitasi komunikasi antar perangkat komputer. Selain itu, protokol juga memiliki serangkaian fungsi khusus.

Fungsi Protokol

Berikut adalah beberapa fungsi internet protokol secara lebih luas:

1. Addressing

Sebuah IP packet terdiri dari bagian header dan bagian data. Pada bagian header terdapat alamat yang mengidentifikasi komputer pengirim data dan penerima data. 

Informasi ini digunakan oleh Router untuk mengarahkan setiap paket melewati jaringan komunikasi yang menghubungkan antar komputer.

2. Reassembly

Salah satu fungsi internet protocol (IP) adalah fragmentation atau memecah paket menjadi bagian yang lebih kecil (fragmen). Hal ini dibutuhkan karena unit transmisi maksimum (MTU) ukurannya lebih kecil daripada paket aslinya.

Setelah paket berhasil terpecah, fragmen tersebut akan bisa melewati tautan.

Fragmen tersebut akan disusun ulang atau di reassembly oleh router perantara sehingga penerima akan menerima data secara utuh.

3. Timeouts

IP packet mengandung self-destructive counter. Hal itu akan membatasi umur paket. Saat paket kadaluarsa, ia akan dihancurkan. Dengan demikian, jaringan internet tidak akan overloaded. 

4. Options

IP memiliki fitur tambahan. Fitur tambahan tersebut memungkinkan komputer pengirim membuat keputusan, bagian mana dari suatu paket yang akan diterima komputer penerima.

Paket perlu ditambahkan sistem keamanan supaya komputer penerima bisa menemukan bagian tersebut.

Hal di atas hanya beberapa fungsi khusus dari protokol. Fungsi protokol yang lebih spesifik bisa dijelaskan berdasarkan jenis-jenis protokol. 

Di Internet, untuk setiap jenis proses memiliki protokolnya sendiri. Protokol tersebut biasanya dikaitkan dengan model OSI. 

BACA:  Apa Itu VPS? Kenapa Harus Menggunakan VPS? Ayo Kulik!

Model OSI

protokol adalah
Sumber: network-byte.com

Model Open Systems Interconnection (OSI) adalah model yang merepresentasikan secara abstrak cara kerja internet. Model ini terbagi dalam 7 lapisan. Tiap lapisan mewakili fungsi jaringan yang berbeda. 

Tiap-tiap protokol biasanya akan dikelompokan dalam kategori lapisan yang ada di model OSI.

Berikut adalah 7 lapisan yang ada di model OSI:

Layer 7 – Application Layer

Ini merupakan lapisan paling atas pada sebuah jaringan. Layer ini menangani interaksi antara manusia dan komputer. Memfasilitasi aplikasi untuk bisa mengakses layanan jaringan.

Jenis protokol yang masuk layer ini diantaranya: HTTP, HTTPS, DNS, SNMP, Telnet, dll.

Layer 6 – Presentation Layer

Di lapisan ini, data akan diubah jadi format yang memenuhi standar jaringan. Di lapisan ini juga terjadi enkripsi data untuk mengontrol keamanan file.

Jenis protokol yang ada pada layer ini diantaranya: SSL,  TLS, dll.

Layer 5 – Session Layer

Layer ini bertanggung jawab membuat sesi pada dua perangkat yang akan bertukar data. Dengan kata lain, layer ini akan mengatur koneksi dan bertanggung jawab mengatur port dan sesi.

Jenis protokol yang ada pada layer ini diantaranya: NetBIOS, PPTP, dll.

Layer 4 – Transport Layer

Pada dasarnya, layer ini menangani pengiriman data.

Di layer ini, file yang masih utuh dari session layer akan dibongkar jadi data frame. Jika terdapat error di level segment jaringan, akan diatasi. Di layar ini, koneksi logika antara dua terminal juga akan dikondisikan supaya data bisa terkirim. 

Semua layer atas akan diisolasi dari perangkat keras jaringan di sini.

Jenis protokol yang ada pada layer ini diantaranya: TCP, UDP, dll

Layer 3 – Network Layer

Di layer inilah terjadi perutean, pengalihan dan pengendalian aliran informasi antar perangkat. Di sini, datagram yang berasal dari transport layer akan dibongkar menjadi lebih kecil.

Jenis protokol yang ada pada layer ini diantaranya: IP ARP, ICMP, IPSec, dll.

Layer 2 – Data Link Layer

Layer ini merupakan lapisan firmware dari kartu antarmuka jaringan. Layer ini akan mendefinisikan format data dalam jaringan. Disini datagram akan dirakit ulang jadi data frame. 

Jenis protokol yang ada pada layer ini diantaranya: PPP, ATM, Ethernet, dll.

Layer 1 – Physical Layer

Hal ini merupakan lapisan pertama. Physical layer akan menghubungkan dua perangkat, mentransmisikan data mentah dalam bit, kemudian mengirimkannya melalui medium fisik.

BACA:  Protokol SSH: Akses Remote Server & Pertukaran Data Aman.

Jenis protokol yang ada pada layer ini diantaranya: Ethernet, USB, Bluetooth, IEEE 802.11, dll.

Model OSI ini bukanlah arsitektur jaringan. Model ini hanya menjadi acuan bagi designer jaringan memahami aliran komunikasi data. 

Designer jaringan bisa membuat suatu jaringan dengan layer, protokol dan metode transmisi yang digunakan sesuai kebutuhan dan sumber daya yang ada.

Dengan kata lain, jaringan tidak harus memiliki semua layer tersebut. 

Protokol: Aspek Fundamental Komunikasi Digital

Pada suatu komunikasi digital, protokol adalah suatu aspek yang mendasar.

Pengguna perangkat komputer cukup jarang yang memahami cara kerja protokol. Pasalnya, protokol beroperasi di latar belakang. Secara umum, pengguna hanya mengetahui output yang tampak secara nyata di user interface.

Meski Anda bukan praktisi IT, ada baiknya Anda memahami tentang hal ini. Setidaknya Anda tahu tentang beberapa protokol umum. Pengetahuan tersebut akan bermanfaat ketika suatu saat Anda butuh melakukan konfigurasi secara mandiri.

Penutup

Pertukaran informasi antar komputer sebagian besar melibatkan protocol. Protokol merupakan aturan standar untuk menjalankan sebuah proses pada komunikasi digital. Ada berbagai jenis protokol yang terbagi berdasarkan fungsinya dalam komunikasi digital.

Pengetahuan tentang protokol secara umum diketahui oleh praktisi IT. Pengguna umum perangkat IT biasanya masih awam dengan hal ini. Semoga ulasan ini bisa menambah sedikit wawasan.

Jho

Jho

Saya akan berbagi tulisan tentang definisi apapun yang berkaitan dengan dunia hosting, domain dan website.

Tinggalkan komentar