Apa itu Nginx? Fungsi, Cara Kerja, dan Kelebihannya

Nginx merupakan salah satu aplikasi web server yang populer saat ini dengan performa tinggi. Pada awal pengembangannya, aplikasi ini dirancang untuk bisa menangani traffic dalam jumlah tinggi di waktu bersamaan.

Nginx jadi lebih spesial daripada kompetitornya karena bisa menjalankan peran lain, misalnya sebagai web streaming server, reverse proxy, load balancer, content caching, dll.

Anda para pelaku bisnis yang ingin membuat website dengan VPS Server, wajib membaca artikel ini sebagai referensi tambahan untuk memilih aplikasi web server terbaik.

Apa itu Nginx?

Nginx adalah salah satu software open source untuk web server, web streaming server, reverse proxying, load balancing, content caching, dll.

Pada awalnya, Nginx hanya berfungsi sebagai web server software atau HTTP server. 

apa itu nginx
Sumber: Slideshare.com/Nginx

Aplikasi ini hadir untuk menjawab kebutuhan web server dengan kinerja dan stabilitas maksimum. Targetnya, aplikasi ini bisa menangani traffic dalam jumlah tinggi di waktu bersamaan dengan memori rendah.

Hingga akhirnya, aplikasi ini jadi salah satu web server populer, menyaingi dominasi Apache.

Beberapa perusahaan besar yang menggunakan aplikasi ini misalnya: Netflix, NASA, WordPress.com, Zoom.us, Airbnb, Pinterest, dll.

Seiring pengembangannya, fungsi Nginx mulai berkembang.

Selain menyediakan versi open source, ada juga Nginx Plus (N+) yang merupakan versi premium dengan banyak fitur eksklusif dan dukungan dari engineer Nginx.

Fungsi Nginx

Orang-orang secara umum mengenal aplikasi ini sebagai web server. Tapi aplikasi ini juga menjalankan peran lain.

Pada poin ini, kami akan membahas peran aplikasi ini baik itu sebagai web server maupun di luar itu. 

Nginx sebagai Web Server 

apa itu nginx
Sumber: Nginx.com/blog

Tujuan dari project Nginx yaitu menciptakan server web dengan performa tinggi. Sebuah aplikasi web server yang bisa meningkatkan kecepatan web dan tetap stabil menangani traffic tinggi dalam satu waktu.

Untuk bisa mencapai hal tersebut, aplikasi ini hadir dengan “asynchronous event-driven architecture”.

Pada akhirnya, aplikasi ini mampu mengalahkan Apache dan beberapa web server lain dari sisi performa.

Dalam konteks ini, aplikasi ini juga berkembang. Dari yang awalnya berperan dengan server HTML sederhana kemudian bisa menangani konten yang lebih dinamis dan bervariasi.  

Sekarang, aplikasi ini sudah mendukung setiap aspek pada web modern, misalnya: HTTP/2, WebSocket, gRPC, dan video streaming pada berbagai format.

Nginx Beyond Web Serving 

apa itu nginx
Sumber: freecodecamp.org

Aplikasi ini memiliki arsitektur dasar yang bisa diskalakan. Hal ini ternyata cukup ideal untuk bisa menjalankan banyak hal selain menampilkan konten ke user.

Aplikasi ini memiliki kemampuan untuk menangani koneksi dalam jumlah besar. Maka dari itu, aplikasi ini bisa Anda gunakan sebagai reverse proxy dan load balancing untuk mendistribusikan traffic masuk secara merata ke server upstream yang lebih lambat.

Aplikasi ini juga bisa berperan sebagai terminator SSL/TLS atau web akselerator.

Selain itu, aplikasi ini juga menangani hal-hal seperti mengompresi dan menyimpan content cache supaya kinerja lebih optimal.

Baca Juga:  Apa itu React JS? Kelebihan & Cara Mempelajarinya

Cara Kerja Nginx Web Server

Nginx menggunakan arsitektur asinkron dan event-driven.

Artinya, aplikasi ini akan menangani setiap request dalam satu thread, alih-alih menjadikan setiap request sebagai satu proses baru.

Sumber: code.tutsplus.com

Jadi, sistem ini memiliki satu worker process untuk menangani sekumpulan thread yang serupa. 

Dalam suatu worker process terdapat worker connection. Ini merupakan unit yang lebih kecil. Unit inilah yang akan menangani request thread di dalam worker process.

Satu worker connection sendiri bisa menangani banyak request, mencapai 1.024 request sejenis.

Setelah itu, worker process akan meneruskan request ke master process

Jika melihat dari cara kerjanya, tidak heran apabila aplikasi ini mampu menangani banyak permintaan sekaligus dalam satu waktu.

Karena kemampuannya ini, Nginx cocok untuk web e-commerce, cloud storage, hingga mesin pencari.

Apa Kelebihan Nginx?

Saat ini, aplikasi ini bersaing ketat dengan Apache sebagai web server terpopuler. Sebagai aplikasi yang relatif baru, untuk bisa mencapai titik itu tentu saja butuh banyak kelebihan. Berikut ini adalah beberapa kelebihannya.

1. Efisiensi Penggunaan Sumber Daya 

Software ini relatif ringan. Ketika menjalankan tugasnya, aplikasi ini tidak memakan banyak resource

Dengan arsitektur asynchronous event driven-nya, penggunaan RAM akan lebih efisien. 

2. Multifungsi

Aplikasi ini bisa menjalankan banyak peran, tidak hanya sebagai web server. Kami sudah menjelaskannya fungsi-fungsi lainnya di atas.

Semua fungsi tersebut terpusat dalam satu aplikasi. Anda bisa lebih mudah melakukan pemantauan dan pengelolaan.

Selain itu, Anda tidak perlu mengelola tools tambahan dari luar.

3. Keamanan

Tim developer dari aplikasi ini secara teratur melakukan update security patches. Risiko untuk terkena serangan DDoS sangat kecil. Sistem keamanannya cukup andal bahkan dalam setup default

4. Performa

Secara performa, aplikasi ini cukup unggul dari kompetitornya. Secara statistik, aplikasi ini hanya kalah dari Cloudflare. 

Seperti yang kami jelaskan di atas, berkat arsitektur event driven-nya, aplikasi ini tetap andal dan stabil dalam menangani traffic tinggi di satu waktu.

Apa Kekurangan Nginx?

Aplikasi ini juga memiliki kekurangan atau kelemahan di beberapa sektor, misalnya:

1. Kompatibilitas

Sebenarnya aplikasi ini sudah compatible dengan berbagai sistem operasi, baik itu yang berbasis Unix maupun Windows. Sayangnya, performanya di OS Windows sedikit kurang oke, tidak seperti di OS lainnya. 

Aplikasi ini juga belum kompatibel dengan  beberapa OS, misalnya: IBM i, z/OS, eComStation, dan OpenVMS. 

Baca Juga:  Apa itu Apache HTTP Server? Cara Kerja & Kelebihannya

2. Minimnya Dukungan Komunitas

Sebenarnya pihak Nginx sudah menyediakan serangkaian dokumentasi dan tutorial untuk membantu para user-nya. 

Tapi karena penggunanya yang masih sedikit, dukungan komunitas sangatlah minim. 

Jadi, beberapa isu masih belum bisa tertangani dengan baik.

3. Kurang Fleksibel

Modul dan add-ons pada aplikasi ini juga sangat minim. Di sini, Anda bahkan tidak bisa melakukan kustomisasi melalui .htaccess tool. Hal-hal itu jadi alasan mengapa aplikasi ini terasa kurang fleksibel.

Nginx: High Performance Web Server

Ada banyak opsi software web server. Nginx hadir sebagai salah satu alternatif yang menjanjikan performance terbaik.

Aplikasi ini menerapkan “asynchronous event-driven architecture” yang bisa menangani banyak request di waktu yang bersamaan. 

Artinya, web server ini sangat mumpuni untuk menangani website dengan traffic tinggi seperti e-commerce, web streaming, cloud storage, mesin pencari, dll.

Tidak hanya bisa menjadi web server, aplikasi ini juga bisa berfungsi sebagai web streaming, reverse proxying, load balancing, caching, dll.

Penutup

Nginx merupakan pilihan tepat jika Anda butuh server yang andal menangani traffic tinggi. Tapi Anda harus mengerahkan sedikit effort untuk melakukan konfigurasi karena ini tidak sesederhana Apache.

Artikel ini hanya memperkenalkan apa itu Nginx. Jika Anda ingin menggunakannya, eksplor lagi tatacara konfigurasi dan optimasinya.

Anda juga bisa menggunakan Nginx di VPS Hosting milik Jogjahost. Di Jogjahost, Anda bisa mendapat harga instalasi murah dengan pelayanan maksimal.

 

Related Post:
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print
Jho

Jho

Saya akan berbagi tulisan tentang definisi apapun yang berkaitan dengan dunia hosting, domain dan website.

Tinggalkan komentar

Content

Pilihan

Dapatkan layanan hosting unlimited murah dengan unlimited storage SSD, unlimited bandwith,litespeed webserver dan fitur unggulan lainnya di Jogjahost