Apa itu Rebranding? Alasan Melakukannya, Strategi & Contoh

Rebranding merupakan upaya perusahaan untuk menghadirkan image baru. Perusahaan akan mengubah sebagian atau keseluruhan dari identitas brand-nya.

Ada alasan atau tujuan tertentu mengapa suatu perusahaan melakukan ini. Tapi pada prinsipnya, perusahaan menginginkan pembaruan dan peningkatan pada bisnis mereka.

Untuk Anda pemilik usaha yang brand-nya stuck atau mahasiswa yang mengambil peminatan di bisnis marketing, artikel ini akan membahas pengetahuan dasar tentang rebranding. 

Anda bisa belajar tentang definisi, alasan melakukan rebranding, strategi, tipe, contoh rebranding yang berhasil. Simak artikelnya sampai selesai ya!

Apa itu Rebranding?

Rebranding adalah suatu kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk mengubah atau memperbarui image dari suatu merek (brand) yang sudah mapan. 

Image atau citra dalam konteks ini meliputi: nama, logo, simbol, tagline, kemasan, konsep bisnis, dan aspek lain yang berkaitan.

Perubahannya bisa terjadi untuk sebagian atau keseluruhan aspek. 

Salah satu contoh rebranding adalah TVRI. Perusahaan ganti logo baru yang lebih fresh untuk menunjukan bahwa TVRI sedang bertransformasi.

Sumber: Sangdes.com

Hal ini merupakan bagian dari strategi bisnis suatu perusahaan. Secara umum, tujuan utamanya adalah untuk mendorong bisnis supaya tetap berkembang.

Namun, tiap perusahaan memiliki tujuan atau alasan rebranding yang bermacam-macam dan lebih spesifik.

Apa Alasan Melakukan Rebranding?

Image suatu perusahaan sangat mempengaruhi perkembangan bisnisnya. Beberapa perusahaan berani melakukannya karena beberapa alasan seperti berikut ini:

  • Untuk mengubah persepsi. Terkadang persepsi publik terhadap brand tidak sejalan dengan visi perusahaan. Perusahaan berani mengubah image untuk menggeser persepsi publik. Dari situ, perusahaan akan mengarahkan ulang seperti yang mereka rencanakan.
  • Berusaha relevan. Hal ini bisa berkaitan dengan trend di suatu masa. Bisa juga berkaitan dengan perubahan market, baik itu kebutuhannya maupun demografinya. 
  • Kesulitan bersaing. Perusahaan mungkin merasa perlu membuat perbedaan yang lebih jauh dengan kompetitor. Terlebih lagi jika kompetitor memiliki market share yang terus melesat dan sulit menyainginya di niche yang sama.
  • Adanya perubahan di lini produk. Rebranding produk adalah perubahan citra dari sebuah perusahaan karena ada penambahan, perubahan atau penghapusan di lini produk. Hal itu untuk membuat image brand tetap bisa merepresentasikan setiap lini produknya. 
  • Pergeseran fokus. Hal ini biasanya terjadi karena desakan pasar untuk mengubah penawaran atau demografi audiens supaya bisnis tetap kompetitif.
  • Masalah di masa lalu. Beberapa brand mengalami masalah seperti jeratan produk atau layanan berkualitas buruk, hingga masalah hukum. Perusahaan akan mempertimbangkan untuk mengubah merek sebagai permulaan baru. 
  • Akuisisi atau merger. Perusahaan yang diakuisisi atau mengalami merger umumnya akan mengganti identitasnya. Hal itu sebagai simbol perubahan atau penyatuan visi perusahaan.

Itu dia beberapa tujuan atau alasan untuk melakukan rebranding. Tentu saja masih ada beberapa alasan atau tujuan lain yang lebih spesifik tergantung kebijakan perusahaan. 

Bagaimana Strategi Melakukan Rebranding?

Branding adalah bagian dari strategi bisnis yang sangat krusial. Dari sinilah citra bisnis Anda akan terbentuk. 

Baca Juga:  Apa itu Viral Marketing? Cara Kerja, Contoh & Tips Optimasi

Pada beberapa kasus, Anda perlu melakukan perubahan pada identitas brand atau rebranding. Hal ini memang beresiko, tapi untuk beberapa alasan sangatlah perlu untuk Anda lakukan.

Jika Anda ingin melakukan rebranding, berikut ini adalah panduan atau strategi rebranding yang bisa Anda coba terapkan.

1. Identifikasi Mengapa Ini Diperlukan

Para expert di How to Build a Brand merekomendasikan pada perusahaan untuk mengubah merek jika memang perlu. Alasan dan tujuannya harus benar-benar kuat karena hal ini cukup beresiko.

Jika hal ini Anda lakukan dengan tergesa-gesa tanpa analisis yang kuat, efeknya bisa merugikan bagi perusahaan.

Di atas, kami sudah menjelaskan beberapa contoh alasan atau tujuannya. Anda bisa mengacu pada hal tersebut.

2. Evaluasi Internal Perusahaan, Riset Pasar  & Kompetitor

Setelah Anda memiliki alasan yang kuat, selanjutnya adalah melakukan evaluasi pada internal perusahaan. 

Berbagai hal yang sebelumnya bermasalah perlu dibenahi. Di sisi lain, Anda juga perlu mencari tahu kemampuan dan potensi perusahaan.

Setelah itu, lakukan riset pasar, meliputi: kebutuhan & keinginan konsumen, ceruk yang potensial, persepsi konsumen tentang bisnis Anda, trend yang berkembang di pasar, dll.

Jangan lupa untuk melakukan riset pada kompetitor. Cari tahu setiap strategi yang mereka kerjakan. Kemudian temukan celah yang bisa Anda isi.

Hal tersebut penting untuk Anda lakukan sebagai acuan untuk melakukan rebranding dan positioning. Semua data evaluasi dan riset akan memberi pemahaman objektif tentang kompetensi perusahaan dan persepsi pasar. Dengan demikian, Anda bisa mengerjakannya berdasarkan asumsi yang tepat.

3. Menyusun Rencana Branding Ulang

Berdasarkan evaluasi dan riset, Anda seharusnya bisa menetapkan hal apa saja yang perlu diubah.

Anda harus memikirkan dengan seksama untuk setiap aspek yang ingin Anda ubah. Setiap aspek tentu memiliki pendekatan yang berbeda-beda. 

Misalnya untuk perubahan logo, Anda perlu memikirkan perpaduan warna, penggunaan font, bentuk visual yang mampu menangkap perhatian konsumen, dan mudah untuk konsumen kenali, dll.

Setiap tindakan harus Anda rencanakan dengan baik supaya eksekusinya bisa tepat sasaran.

Dalam proses ini, libatkan tim Anda. Perhitungkan juga suara dari tim Anda.

4.  Mengelola Branding Baru

Setelah perusahaan Anda selesai mengeksekusi setiap aspek yang di branding ulang, kelola aspek tersebut dengan baik. 

Mulai aplikasikan di setiap media yang Anda gunakan misalnya web, sosial media, email, kartu nama, id card, dll.

Baca Juga:  Apa itu Digital Marketing? Taktik & Manfaatnya untuk Bisnis Anda

Selain itu, rumuskan taktik komunikasi yang bisa memperkuat dan memaksimalkan aset branding.

5. Lakukan Publikasi

Untuk membuat konsumen aware, lakukan publikasi. Sebarkan informasi ke setiap media yang bisa menjangkau konsumen secara tepat sasaran.

Jangan lupakan website official. Jika belum punya, Anda bisa membuatnya. Gunakan hosting dari Jogjahost untuk menunjang website Anda.

Di sini bisa jadi muara informasi mengenai branding baru perusahaan Anda. 

Waktu untuk melakukan publikasi branding baru juga perlu Anda pikirkan. Usahakan supaya waktunya bisa memberi Anda momentum positif.

Selain itu, hadirkan pembaruan nyata ke konsumen melalui service. Dengan demikian, konsumen bisa merasakan langsung perubahan yang ingin Anda hadirkan.

Tipe Rebranding

Rebranding terbagi dalam dua tipe utama, yaitu:

1. Reaktif

Tipe ini bertujuan untuk mengubah sepenuhnya citra perusahaan. Hal ini terjadi sebagai bentuk “respon” dari perusahaan, terhadap suatu kejadian. 

Contoh kejadian yang bisa memicu hal tersebut di antaranya: adanya masalah hukum, negative publicity, merger, akuisisi, dll.

2. Proaktif

Jika tipe reaktif cenderung “merespon” suatu kejadian, tipe proaktif cenderung “mengambil tindakan. Artinya, executive perusahaan melakukannya secara terencana, mengacu pada pertumbuhan di masa depan.

Beberapa alasannya yaitu: mengubah fokus bisnis, menargetkan pasar baru, reconnecting dengan konsumen, dorongan untuk melakukan inovasi, dll.

Contoh Rebranding

Sudah ada banyak perusahaan yang melakukan hal ini. Tujuan dan alasannya pun bermacam-macam. Berikut ini adalah beberapa contoh perusahaan yang berhasil melakukan rebranding.

`1. Apple

Sumber: cooltool.com

Pada tahun 1997, Apple hampir mengalami kebangkrutan. Sebelum akhirnya Steve Job kembali lagi menduduki kursi CEO.

Pada waktu itu, Steve Job melakukan perombakan besar-besaran. 

Ia mengubah nama Apple Computer Inc. menjadi Apple Inc. Dengan demikian, perusahaan ini bisa lebih leluasa untuk menghadirkan berbagai jenis inovasi produk. Pada akhirnya, Apple bisa melancarkan iPad, iPhone, iPod, dll.

Apple adalah contoh rebranding produk yang paling berhasil.

Logo Apple yang sebelumnya berwarna, juga  berubah menjadi lebih clean.

Selain itu, Apple juga cukup memperhatikan masalah visual. Baik itu desain produk, kemasan, maupun visual di setiap iklannya.

2. Dunkin’

Sumber: news.dunkindonuts.com

Pada September 2018, Dunkin Donuts mengumumkan perubahan nama brand-nya menjadi Dunkin. 

Nama yang sederhana membuatnya lebih mudah melekat di benak generasi muda. Selain itu, pelanggan lama juga masih bisa mengidentifikasi mereknya. Terlebih lagi skema warna pada logo tidak mengalami perubahan. 

Baca Juga:  Apa itu Viral Marketing? Cara Kerja, Contoh & Tips Optimasi

Dunkin ingin menunjukan bahwa perusahaannya ingin tampil modern tapi tetap menjaga warisannya.

3. Instagram

Sumber: Pinterest

Pada tahun 2016 Instagram hadir dengan desain icon yang baru. Desainnya flat, tapi hadir dengan warna gradient. Penampakannya sangat berbeda dengan icon sebelumnya.

Ini adalah contoh rebranding logo yang cukup berani.

Di sisi lain, antarmuka aplikasinya tampil lebih bersih. Hampir semua warna dihapus dari antarmuka aplikasinya. Instagram ingin menitikberatkan fokus ke konten pengguna.

Pada waktu itu, Instagram juga menghadirkan 3 fitur baru yaitu, Layout, Boomerang, Hyperlapse. 

Pada akhirnya, perubahan tersebut memberi dampak baik bagi Instagram. 

Rebranding: Mengubah Citra untuk Masa Depan Bisnis Anda  

Rebranding cukup beresiko bagi perusahaan yang melakukannya. Tapi hal ini juga perlu untuk beberapa alasan. Misalnya, perubahan lini produk, kebutuhan untuk tampil relevan, terjerat masalah hukum, terjadi akuisisi atau merger, dll.

Untuk melakukan branding ulang, perusahaan harus memiliki alasan yang kuat, strategi yang tepat dan eksekusi yang akurat.

Anda bisa melihat beberapa perusahaan yang berhasil melakukan branding ulang untuk mempelajari strateginya.

Jika perusahaan bisa mengeksekusinya dengan baik, hal ini akan menjadi pembaruan yang bisa membuat bisnis Anda melesat.

Rebranding pada prinsipnya adalah mengubah beberapa atau keseluruhan aspek identitas dari suatu perusahaan. Perusahaan yang melakukannya pasti berharap, dengan adanya pembaruan bisa membuat bisnis jadi lebih berkembang.

Artikel ini kami sajikan untuk Anda yang ingin mengetahui tentang dasar-dasar pada rebranding. Sebelum Anda belajar yang lebih mendalam, Anda perlu mengenal basic nya lebih dahulu. Semoga artikel ini sedikit membantu.

Related Post:
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print
Jho

Jho

Saya akan berbagi tulisan tentang definisi apapun yang berkaitan dengan dunia hosting, domain dan website.

Tinggalkan komentar