Apa itu Google Display Network? Tipe Targeting & Manfaatnya

GDN adalah singkatan dari Google Display Network, suatu jaringan periklanan milik Google yang terdiri dari jutaan situs, mobile apps, mobile games, dll.

Hal ini merupakan salah satu bagian penting pada strategi digital marketing, lebih spesifik lagi untuk taktik display advertising.

Anda yang menjalankan bisnis online, memiliki perusahaan, atau sedang menempuh kursus digital marketing, artikel ini akan jadi referensi yang bermanfaat.

Anda bisa mendapat informasi cukup mendalam tentang dasar-dasar Google Display Network atau Google Display Ads.

Apa itu Google Display Network (GDN)?

Google Display Network adalah jaringan iklan milik Google meliputi website, mobile apps, game, dll yang menggunakan konten display ads untuk menjalankan campaign-nya.

Apa itu display ads

Apakah Anda mengetahui apa itu banner ads? Banner ads adalah sebuah banner iklan yang ada di suatu website

Nah, Google Display Ads kurang lebih merupakan banner ads yang di-generate oleh sistem Google. Sistem ini akan menempatkan banner ads secara otomatis di berbagai jaringan Google.

Berikut ini adalah contoh penampakannya:

apa itu google display network
Sumber: freepik.com/blog 

Sistem ini merupakan salah satu taktik display advertising. Display advertising adalah strategi marketing yang memanfaatkan banner ads untuk meningkatkan awareness.

Mengenal Google Ads, Google Search Network, & Google Display Network

Ketiga istilah ini sering membuat bingung orang-orang. Apakah Anda juga bingung? Jika Anda tidak bingung, berarti Anda sudah jadi “bang jago”.

Ketiga hal tersebut pada dasarnya memang berkaitan, tapi berbeda satu dengan yang lain.

Google AdWords merupakan sistem periklanan dari Google yang beroperasi hingga 2018. Pada tahun 2018, Google mengubahnya menjadi Google Ads.

Sumber: underconsideration.com 

Nah, Google Ads ini menaungi berbagai jaringan kampanye periklanan milik Google. Misalnya: GDN, Google Search Network, dan Video ads on Youtube.

Sekarang tinggal membahas perbedaan GDN dan Google Search Network.

GDN menggunakan konten visual yang menargetkan halaman website, apps, atau mobile games. 

apa itu google display network
Sumber: brandingmarketingagency.com

Di sisi lain, Google Search Network adalah sistem iklan di mesin pencari Google yang menempatkan “search ads” sesuai keyword

Search ads adalah konten iklan di mesin pencari yang umumnya berbentuk teks dan muncul di bagian atas atau bawah SERP. 

Sumber: wordstream.com

Menjalankan campaign di Google Search Network termasuk dalam salah satu taktik search engine marketing. Search engine marketing adalah strategi pemasaran dengan mengoptimasi mesin pencari.

Google mengeluarkan program Discovery Campaigns baru-baru ini. 
Video Ads di Youtube dan Gmail Sponsored Promotion adalah beberapa hal yang akan ada di bawah naungan sistem ini. Selain itu, program ini juga akan mencakup feed Discover di mobile apps Google.

Sampai di sini, pengkategorian jaringan layanan iklan di Google sudah cukup jelas, ya. Selanjutnya kami akan lebih fokus membahas GDN.

Ads Targeting Pada Google Display Network

Sumber: leadsdubai.com 

Ads targeting atau penargetan iklan merupakan hal dasar yang harus Anda pahami jika ingin belajar Google Display Network.

Jika mengacu pada platform-nya, sistem ini memang lebih spesifik menargetkan iklan di situs web. Walaupun mobile apps atau mobile games juga termasuk dalam GDN.  

Selain itu, sistem ini juga mengkategorikan penargetan iklan yang lebih spesifik, di antaranya:

➜ Website Based Target

Targetnya adalah sejumlah situs yang sesuai dengan kriteria yang Anda atau pengiklan buat. 

Kesimpulannya, pengiklan akan menyasar suatu situs yang memiliki irisan dengan audiens yang jadi target marketing

1. Manage Placement Targeting

Pada jenis ini, Anda bisa menargetkan situs yang spesifik. Misalnya Anda ingin memasang iklan di washingtonpost.com atau domain lain yang spesifik.

Anda bahkan bisa menargetkan di halaman atau Pages yang spesifik.

Untuk melihat potensi traffic dan estimasi biaya, Anda bisa menggunakan Display Planner Tool.

2. Topic Targeting

Dengan topic targeting di GDN, Anda bisa menyasar situs atau halaman web dengan topik tertentu. Misalnya website dengan niche teknologi, otomotif, sport, travel, dll.

Dengan topic targeting, Anda bisa menjangkau audiens yang lebih luas dari placement targeting.

3. Keyword Contextual Targeting

Konsep penargetannya hampir sama dengan Google Search Ads. Hal yang jadi indikator adalah keyword atau kata kunci.

Pertama-tama, Anda harus memasukan daftar target kata kunci. Setelah itu, Google akan mencocokan dengan sejumlah situs yang memiliki kemiripan secara kontekstual dengan kata kunci.

➜ User Based Target

Hal yang jadi target adalah sekumpulan user dengan kriteria tertentu. Iklan akan tampil di semua jaringan GDN dengan user yang sesuai kriteria.

4. Remarketing

Hal ini merupakan salah satu targeting yang paling powerful di antara targeting GDN lainnya.

Sistem ini memungkinkan pengunjung website Anda selalu melihat iklan atau campaign yang Anda buat ketika mereka membuka situs lain.

Contohnya, Anda membuka situs A dan melakukan aktivitas di situs tersebut. Nah, ketika Anda membuka situs B, C, D dan seterusnya, Anda akan terus melihat iklan milik situs A.

Sistem ini akan menargetkan valuable user atau pengunjung web yang paling bernilai. Misalnya user yang terlibat aktif mengkonsumsi konten di situs Anda atau user yang sudah pernah melakukan transaksi.

5. Interest

Dengan tipe targeting ini, iklan Anda bisa muncul pada user yang baru-baru ini membuka situs dengan topik yang sama dengan produk atau layanan milik Anda.

Targeting ini cocok untuk menggaet pelanggan baru. Maka dari itu, Anda bisa mencocokannya dengan campaign untuk produk atau layanan tingkat basic.

6. Afinitas

Tipe ini hampir sama dengan Interest Targeting. Hanya saja, user yang menjadi target benar-benar sudah terbiasa mengakses suatu topik yang spesifik.

Nah, targeting ini bisa Anda arahkan untuk menggaet orang-orang yang sudah cukup berpengalaman tentang produk atau layanan yang Anda tawarkan.

7. Demographic

Targeting tipe ini menggunakan indikator standar seperti usia, gender, domisili, dll.

Anda bisa menggunakan targeting tipe ini jika data audiens menunjukan kunci demografi homogen yang cukup kuat.

Beberapa produk atau layanan yang cocok dengan targeting ini misalnya, fashion wanita berjilbab, perlengkapan bayi, layanan pensiun, dll.

Manfaat Beriklan di GDN

Mengapa harus beriklan di GDN? Anda akan mendapatkan beberapa manfaat seperti berikut ini.

  • Konten Visual. Dengan GDN, Anda memungkinkan untuk membuat iklan atau campaign dengan konten visual. Secara psikologis, orang-orang akan lebih tertarik dengan konten visual yang membuat hal ini bisa lebih efektif.
  • Meningkatkan Brand Awareness. GDN bisa menjangkau hampir 90% pengguna internet. Seperti yang Anda tahu, Google sudah menguasai internet bahkan di level global. 
  • Pilihan Targeting yang Variatif. Pilihan targeting yang bervariasi akan memberikan Anda keleluasaan. Jadi Anda bisa menerapkan sistem targeting dengan lebih optimal dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan.
  • Remarketing. Sistem ini bisa membantu Anda untuk terus menjangkau pelanggan dan user yang bernilai.
  • Efektivitas Biaya. Sistem periklanan ini cukup hemat. Jika Anda bisa menargetkan iklan dengan tepat, biayanya akan jauh lebih efektif.
  • Menyediakan Tools Penunjang. Tools ini sangat bermanfaat untuk mengenal target audiens secara lebih mendalam. Tools ini juga sangat membantu bagi pengiklan yang masih pemula.

GDN: Jaringan Masif Periklanan Google

GDN merupakan suatu jaringan meliputi jutaan situs web, mobile apps, games, dll, yang bisa jadi tempat untuk Anda memasang iklan. 

Sistem ini memungkinkan Anda menggunakan konten berbasis visual yang jauh lebih menarik. 

Selain itu, Anda bisa memilih berbagai targeting yang akan mengarahkan iklan Anda pada audiens yang potensial. Dengan demikian, iklan Anda bisa bekerja secara efektif dengan biaya yang masuk akal.

Penutup

GDN seharusnya menjadi salah satu elemen yang Anda pikirkan untuk menjalankan strategi digital marketing.

Jaringan Google sudah terbukti memiliki jangkauan hingga 90% pengguna internet di seluruh dunia. Anda bisa menjangkau audiens potensial dalam jumlah besar. 

Namun, penerapan taktik ini hanya akan bekerja dengan optimal apabila Anda memadukannya branding yang profesional. Salah satu indikatornya dapat dilihat dari penggunaan nama domain.

Untuk registrasi nama domain, percayakan kepada Jogjahost. Jogjahost selalu menawarkan paket-paket eksklusif untuk Anda.

Setelah membaca artikel di atas, semoga Anda bisa mendapat tambahan wawasan untuk merencanakan strategi digital marketing di bisnis Anda.

Related Post:
Jho

Jho

Saya akan berbagi tulisan tentang definisi apapun yang berkaitan dengan dunia hosting, domain dan website.

Tinggalkan komentar

Content

Pilihan

Dapatkan layanan hosting unlimited murah dengan unlimited storage SSD, unlimited bandwith,litespeed webserver dan fitur unggulan lainnya di Jogjahost