Apa itu SaaS? Keuntungan Menggunakan & Contoh-contohnya

Software as a service atau SaaS memanfaatkan teknologi cloud computing untuk memudahkan setiap orang mengakses suatu aplikasi.

Dengan infrastruktur terpusat, memungkinkan Anda mengakses aplikasi dari layanan ini hanya menggunakan browser. Tanpa perlu melakukan instalasi di perangkat Anda pribadi.

Layanan ini mengubah kebiasaan orang-orang secara signifikan. Bahkan perusahaan-perusahaan mulai banyak yang menggunakan SaaS versi premium. 

Artikel ini bisa jadi bekal untuk Anda para mahasiswa yang ingin bekerja di agency atau ingin membuat digital agency sendiri. Dengan memahami SaaS, Anda bisa meningkatkan kinerja jadi lebih baik.

Apa itu SAAS?

“Software as a Service” (SaaS) adalah sebuah aplikasi yang layanannya tersedia secara online dan bisa Anda akses dengan browser

Artinya, Anda tidak perlu menginstal aplikasi tersebut untuk bisa menggunakannya. Aplikasi tersebut bisa Anda akses di mana pun, dengan perangkat apa pun, melalui browser yang terkoneksi dengan internet.

Istilah lain untuk menyebut hal ini yaitu cloud-based software

Apa itu SaaS
Sumber: Spacepage.com

Lalu apa itu SaaS company? Sederhananya, ini adalah perusahaan yang menyediakan layanan SaaS atau sebagai vendor

Perusahaan inilah yang meng-hosting aplikasi, mengembangkan aplikasi dan mengelola layanannya. 

Karakteristik & Keuntungan Menggunakan SaaS

Salesforce, salah satu SaaS vendor membuat analogi yang cukup tepat untuk menggambarkan layanan ini. 

Cloud-based software itu ibarat sebuah bank. 

Bank menyediakan sistem, teknologi, dan infrastruktur layanan keuangan. Setiap nasabah bisa menabung dan menggunakan layanan keuangan melalui ATM atau internet banking tanpa harus mengelola aplikasinya. 

Layanan tersebut terbuka untuk banyak nasabah. Meski menggunakan sistem yang sama, untuk bisa mengakses data nasabah tertentu membutuhkan otorisasi. Dengan demikian data dan uang setiap nasabah akan aman.

Prinsip-prinsip tersebut secara umum menunjukan karakteristik dari SaaS.

Karakteristik tersebut juga akan mendefinisikan manfaat atau keuntungan menggunakan layanan ini.

Apa itu SaaS
Sumber: Bemi

1. Multitenant Architecture

Artinya, aplikasi SaaS berada pada infrastruktur terpusat. Vendor-lah yang mengelola infrastruktur tersebut.

Sebagai user Anda bisa langsung menggunakannya saja. Anda tidak perlu menginstalnya di perangkat pribadi. 

Anda juga tidak perlu repot-repot lagi menyiapkan PC dengan spesifikasi tertentu. Selama spesifikasi perangkat Anda masih tergolong standar, Anda tetap bisa mengakses aplikasi berbasis cloud ini melalui browser.

Dengan demikian, Anda bisa meminimalisir pengeluaran untuk pengadaan hardware. Manfaat ini akan sangat terasa khususnya bagi suatu perusahaan. 

2. Bisa Diakses oleh Banyak Device dalam Satu Waktu

Hal ini lebih luas dari sekadar kemudahan akses yang hanya perlu menggunakan browser.

Anda bisa mengakses data tertentu dari berbagai perangkat dalam satu waktu sekaligus. Hak aksesnya pun bisa dengan mudah Anda kelola. Jadi, yang bisa mengaksesnya hanya orang-orang dengan otorisasi.

Adanya fitur ini bisa memudahkan sharing data, pengerjaan suatu tugas secara berkelompok, hingga memantau progress pekerjaan. 

Banyak perusahaan yang menggunakan layanan ini karena bisa meningkatkan efektifitas pekerjaan.

3. Pengelolaan Aplikasi Sepenuhnya Ditangani Vendor

Vendor yang memiliki akses penuh terhadap infrastruktur aplikasi bisa lebih cepat dan lebih sering melakukan upgrade terhadap aplikasi. 

Baca Juga:  Apa itu Moodle? Kelebihan, Fitur, & Cara Penggunaan

Menginstal aplikasi dan memperbarui layanan secara berkala jadi terlihat kuno.

Hal ini memungkinkan vendor membuat peningkatan dengan penyesuaian yang lebih unik. Dengan demikian, Anda bisa mengkostumisasi penggunaanya sesuai kebutuhan, tanpa memengaruhi infrastruktur umum.

4. Penyimpanan di Cloud

Setiap data pekerjaan akan langsung tersimpan di cloud. 

Selain memudahkan sharing data seperti yang kami jelaskan di poin kedua, hal ini juga bisa menghemat storage pada perangkat yang Anda gunakan. Artinya, Anda tidak perlu upgrade storage ketika data pekerjaan sudah semakin banyak.

Terlebih lagi storage device rawan mengalami kerusakan. Jika sudah terlanjur rusak, data Anda akan musnah seketika.

Dengan cloud, data bisa tetap aman meski perangkat Anda sudah hancur lebur.

5. Ketersediaan Tool untuk Analisis Data

Aplikasi pada layanan ini menggunakan platform terpusat. Kondisi ini memudahkan dalam menangkap data. 

Mengingat begitu pentingnya data di era ini, pihak vendor biasanya akan menyediakan tool untuk analisis data. Dari tool tersebut, user akan mendapatkan wawasan berharga untuk mengefektifkan pekerjaannya.

Cloud-based software memiliki manfaat yang sangat dibutuhkan kebanyakan orang di era ini. Selain lima poin di atas, tentu masih ada banyak manfaat lainnya.

Tapi, bukan berarti layanan ini tidak memiliki cacat.

Untuk menggunakan aplikasi berbasis cloud, Anda jadi sangat ketergantungan dengan internet. Kestabilan koneksi internet akan mempengaruhi kinerja Anda.

Kelemahan dari SaaS yang wajib Anda waspadai adalah masalah keamanan data. Dalam hal ini, Anda harus pintar memilih vendor yang bertanggung jawab pada keamanan data setiap pelanggannya.

Contoh SaaS 

Setelah mengetahui definisi dan keuntungan menggunakan SaaS, selanjutnya kami akan memberikan beberapa contoh SaaS product

1. Dropbox

Ini merupakan salah satu cloud-based software yang cukup populer di Indonesia. 

Aplikasi ini memungkinkan Anda menyimpan berbagai file di penyimpanan Dropbox. 

Aplikasi ini bisa Anda integrasikan dengan PC maupun smartphone Anda. Jadi Anda bisa langsung mengakses penyimpanan tanpa harus membuka Dropbox melalui browser.

Anda juga bisa mengelola hak akses terhadap data dalam penyimpanan Dropbox tersebut.

2. Google Apps

Jika sudah bersinggungan dengan internet, sepertinya sangat sulit untuk terlepas dari layanan-layanan buatan Google.

Google juga memiliki cloud-based software dan mengelompokannya sebagai Google Apps. Google Apps sendiri terdiri dari Google Docs, Google Slides, Google Sheets, Google Drive, Google Meets, Google Form, Gmail, dll.

Baca Juga:  Apa itu React JS? Kelebihan & Cara Mempelajarinya

Aplikasi yang cukup menonjol sebagai cloud-based software yaitu Google Docs, Google Slides, dan Google Sheets. Ketiga aplikasi itu layaknya Ms. Office tapi bisa Anda akses langsung menggunakan browser

Untuk Anda yang memiliki perusahaan dan ingin menggunakan Google Apps secara lebih optimal, Anda bisa berlangganan layanan premiumnya yaitu Google Workspace

3. Hubspot

Hubspot merupakan vendor SaaS yang menyediakan aplikasi spesifik untuk menunjang berbagai kebutuhan digital marketing. Misalnya, aplikasi CRM (Customer Relationship Management), aplikasi content management, aplikasi marketing hub, dll.

4. Lumen5

Ini merupakan aplikasi editing video berbasis cloud. Aplikasi ini umumnya dimanfaatkan oleh perusahaan untuk membuat konten marketing berbasis video.

Video editing umumnya butuh PC dengan spesifikasi tinggi. Dengan aplikasi ini, Anda bisa menggunakan PC yang biasanya Anda gunakan untuk membuat konten video.

Sebagai catatan, konten videonya tentu saja bukan tipe konten yang kompleks.

Lumen5 termasuk SaaS company yang berkembang cukup pesat per tahun 2019.

SaaS vs PaaS vs IaaS

Jika membahas SaaS, belum lengkap jika belum membahas PaaS dan IaaS.

Ketiga hal tersebut selalu bersandingan karena masih dalam satu konteks yang sama. 

Lalu apa itu PaaS dan apa itu IaaS?

“Platform as a Service” atau PaaS adalah suatu platform yang bisa Anda akses secara online menggunakan browser untuk mengembangkan suatu aplikasi. 

Contoh PaaS yaitu: Google Apps Engine, AWS Elastic Beanstalk, Salesforce Platform, dll.

Sedangkan “Infrastructure as a Service” atau IaaS adalah layanan infrastruktur cloud meliputi server, OS, storage, network, dll yang tersedia secara virtual. 

Sederhananya, ini merupakan layanan data center yang bisa Anda gunakan tanpa harus mengelola perangkat fisik.

Contoh IaaS yaitu: Cisco Metacloud, Google Compute Engine, Amazon Web Service (AWS), dll.

Seharusnya Anda sudah bisa membedakan antara SaaS, PaaS, dan IaaS dari definisinya. Anda juga bisa melihat perbedaan antara ketiga layanan tersebut dari ilustrasi berikut ini:

Sumber: bmc.com

SaaS: Aplikasi Berbasis Cloud yang Bisa Anda Akses dengan Browser

Ketika cloud computing semakin berkembang, mulai banyak perusahaan teknologi yang mengembangkan cloud-based software atau SaaS.

Dengan layanan ini, Anda bisa mengaksesnya melalui browser. Tidak perlu instal dulu ke perangkat pribadi.

Pengelolaan aplikasi juga jadi tanggung jawab vendor. Intinya, Anda hanya tinggal pakai saja. 

Karena penyimpanannya berbasis cloud, berbagi data juga lebih mudah. Anda hanya perlu membuat hak akses, dan pihak-pihak yang Anda berikan otorisasi bisa langsung mengaksesnya. 

Baca Juga:  Apa itu Nginx? Fungsi, Cara Kerja, dan Kelebihannya

Jadi, Anda tidak perlu repot-repot menggunakan flashdisk atau mengirim email.

Penutup

Aplikasi berbasis cloud ini memberikan banyak kemudahan. Dengan layanan ini, kinerja Anda bisa semakin efektif dan efisien waktu. 

Vendor SaaS biasanya menyediakan layanan secara gratis dan langganan berbayar. Untuk mendapatkan fitur yang lebih lengkap, Anda bisa menggunakan versi premiumnya.

Semoga setelah mengenal SaaS melalui aplikasi ini, Anda bisa tertarik menggunakannya dan mengoptimalkan manfaatnya untuk menunjang pekerjaan.

Related Post:
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print
Jho

Jho

Saya akan berbagi tulisan tentang definisi apapun yang berkaitan dengan dunia hosting, domain dan website.

Tinggalkan komentar

Content

Pilihan

Dapatkan layanan hosting unlimited murah dengan unlimited storage SSD, unlimited bandwith,litespeed webserver dan fitur unggulan lainnya di Jogjahost