Apa itu SERP? Fitur SERP, Cara Kerja & Perannya Pada SEO

SERP mengacu pada hasil penelusuran di mesin pencari. 

Para pemilik bisnis akan berlomba-lomba mencapai ranking pertama SERP demi peningkatan traffic dan keuntungan.  Maka dari itu, pelaksanaan strategi SEO sangat bergantung pada hasil analisis SERP.

Artikel berikut ini akan mengulas tentang definisi, cara kerja, jenis-jenis, dan peran SERP bagi SEO. Semakin Anda mengenalinya, Anda akan lebih leluasa dalam menerapkan strategi SEO.

Artikel ini sangat cocok untuk Anda para pemilik bisnis UMKM, mahasiswa atau siswa kursus yang sedang belajar digital marketing terutama SEO.

5/5 - (1 vote)

Mengenal Apa itu SERP

SERP adalah hasil penelusuran di mesin pencari. Hasilnya mengacu pada kata kunci atau keyword yang user masukan. 

Anda tentu sudah sering menggunakan Google. Untuk mencari sesuatu, Anda harus mengetikan kata kunci tertentu di search bar.

Nah, SERP akan muncul setelah itu. Halamannya berisi jajaran link berwarna biru yang mengarah ke suatu halaman web.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Mesin pencari bekerja berdasarkan algoritma yang sudah ditetapkan. 

Pada prinsipnya, mesin pencari akan bekerja untuk memberikan hasil pencarian yang paling relevan dengan kebutuhan user.

Misalnya Anda memasukan kata kunci “Cara membuat kue”. Mesin pencari akan memberikan hasil penelusuran yang berhubungan dengan resep membuat kue.

Mesin pencari akan menggunakan kata kunci yang user masukan sebagai acuan. Selain itu, mesin pencari juga akan menganalisa siapa user-nya.

Mesin pencari akan menilai latar belakang user seperti domisili, riwayat pencarian, dan hal lainnya.

Maka dari itu, setiap hasil pencarian itu unik. Kata kunci yang sama dengan user yang berbeda, hasilnya tidak akan sama. 

Apa Saja Jenis-jenis SERP?

Secara umum, SERP dikategorikan menjadi 3 jenis, yaitu organic results, paid results dan fitur SERP. Ketiga jenis tersebut juga mengacu pada cara untuk bisa masuk ke SERP. 

1. Organic Results

Organic results merupakan hasil pencarian yang natural dari index Google. Algoritma Google mengolah pencariannya dan mengurutkan hasil pencarian berdasarkan suatu ranking.

Google telah mengkonfirmasi beberapa faktor yang mempengaruhi peringkat atas hasil pencarian yaitu: profil backlink, keyword, kecepatan loading, sinyal kepercayaan, dll.

Cuplikan organic results yang standar mencakup: Tag judul atau judul halaman, URL, dan meta description.

Strukturnya bisa Anda lihat di gambar berikut ini:

Sumber: SS Pribadi

Selain hasil standar seperti di atas, Google biasanya menambahkan fitur ke cuplikan organik tertentu. 

Misalnya, “sitelink” seperti gambar di bawah ini.

Sumber: SS Pribadi

Bisa juga “rich snippet” atau cuplikan kaya, untuk halaman yang menerapkan Schema structured data.

Sumber: SS Pribadi

2. Hasil Pencarian Berbayar/Paid Results

Hal ini bisa muncul di bagian atas dan bagian bawah SERP. Jadi hasil pencarian berbayar akan mengepung penelusuran organic.

Wajar saja, Google tentu ingin memberi service lebih bagi pelanggan yang beriklan.

Tandanya adalah tulisan “Ad” di kiri tag judul, seperti di gambar berikut.

Sumber: SS Pribadi

3. Fitur SERP

Ini adalah hasil pencarian non-tradisional. Cuplikan hasil pencariannya tampak lebih menarik. Fitur SERP bisa berasal dari pencarian berbayar, pencarian organik, Google Knowledge Graph, dll.

Anda bisa melihat gambarannya di bawah ini.

Sumber: Ahrefs

Fitur SERP di Google ada berbagai macam. Kami akan mengulasnya lebih lengkap di bawah ini.

Fitur-Fitur SERP milik Google

Google adalah mesin pencari yang paling populer. Bagaimanapun, Google sudah mendominasi hampir di seluruh dunia. 

Hal ini sejalan dengan servis yang mereka berikan. Google sering mengupdate algoritmanya untuk memberikan hasil penelusuran terbaik.

Pada akhirnya, SERP di Google tampil cukup variatif. Bentuknya bermacam-macam, menyesuaikan kata kunci pencariannya.

Berikut adalah beberapa fitur yang bisa Anda dapati di Google.

#1. Featured Snippets

Pada dasarnya, hal ini berasal dari cuplikan konten halaman di ranking satu hasil pencarian. Umumnya berbentuk paragraf pendek, bullets list, numbered list dan tabel. 

Sumber: SS Pribadi

Featured snippets umumnya berada di posisi paling atas. Maka dari itu, hal ini kerap dijuluki ranking #0.

Selain berbasis teks, saat ini Google sudah menambahkan featured snippets berbasis video.

Jika Anda berhasil mendapatkan posisi ini, halaman Anda berpeluang mendapat CTR yang tinggi. 

#2. Direct Answer Box

Fitur ini akan memberikan jawaban langsung untuk sebuah pertanyaan. Orang-orang juga biasa menyebut hal ini sebagai Knowledge Card. 

Hal ini sangat menguntungkan bagi user. Pasalnya, user bisa mengetahui jawaban secara instan setelah memasukan pertanyaan. Jadi mereka tidak perlu mengklik halaman manapun.

Berikut adalah contoh penampakannya:

Sumber: SS Pribadi

Tapi, tidak semua pertanyaan akan Google jawab dengan direct answer box. 

#3. Knowledge Panel

Fitur ini akan menunjukan ringkasan informasi tentang suatu pengetahuan. Fitur ini akan muncul di bagian kanan halaman. Ada beberapa informasi khusus yang bisa masuk ke knowledge panel, misalnya profil tokoh, musisi, film, profil website tertentu, dll.

Berikut adalah contoh penampakannya.

Sumber: SS Pribadi

Informasi tersebut berasal dari sistem Knowledge Graph milik Google. Sistem tersebut mampu memahami setiap fakta yang ada di web dan database open source atau berlisensi. 

#4. Local Packs

Anda tentu kerap menggunakan Google untuk mencari tahu sesuatu yang sifatnya lokal. Misalnya, restoran di Jogja, barbershop di Jakarta, dll.

Google biasanya memberikan results berupa maps dan daftar tempatnya.

Sumber: SS Pribadi

Anda harus mendaftar di Google Bisnisku supaya profil usaha milik Anda bisa masuk di Google Maps. Dengan demikian Anda berpotensi masuk daftar ini.

#5. Images Packs

Fitur ini akan memunculkan berbagai jajaran gambar di bagian atas. Gambar yang akan muncul tentu saja harus memiliki relevansi dengan kata kunci.

Contohnya adalah sebagai berikut:

Sumber: SS Pribadi

#6. Video Results

Video results akan menunjukan konten video di hasil penelusuran. Bentuknya biasanya berupa list video.

Sumber: SS Pribadi

Untuk MV atau music video, biasanya menampilkan jendela video yang lebih besar.

Sumber: SS Pribadi

Cuplikan video secara umum Google ambil dari Youtube.

#7. People Also Ask

Fitur ini biasanya muncul di bagian tengah hasil penelusuran. Bentuknya seperti FAQ. Jika Anda membuka setiap pertanyaan, akan ada jawaban berupa halaman tertentu yang relevan.

Penampakannya sebagai berikut:

Sumber: SS Pribadi

Jika Anda membuka salah satu section pertanyaan, biasanya section pertanyaan akan bertambah banyak.

#8. Top Stories

Hal ini berkaitan dengan suatu topik yang hangat. Tidak harus topik yang sedang jadi trend. Bisa juga suatu topik yang pencariannya tetap hangat dari waktu ke waktu, misalnya “cara menurunkan berat badan”.

Penempatannya bisa di bagian tengah atau di bagian atas hasil penelusuran. 

Penampakannya seperti pada gambar di bawah ini.

Sumber: SS Pribadi

Sumber top stories ini biasanya berasal dari media online. Untuk bisa muncul di Top Stories, suatu halaman harus mendapat verifikasi dari Google News terlebih dahulu.

#9. Google Shopping Results

Istilah lain untuk menyebut fitur ini adalah Product Listing Ads. 

Mengacu pada namanya, fitur ini menampilkan beberapa list produk yang sebagian besar berasal dari iklan. Produk tersebut Google ambil dari beberapa marketplace. 

Berikut contohnya:

Sumber: SS Pribadi

Itu dia beberapa jenis fitur SERP dari Google. Setiap fitur memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda-beda. 

Apa Peran SERP untuk SEO?

SERP lah yang menentukan ranking hasil pencarian dan bagaimana hasil pencarian akan tampil. 

Tujuan dari SEO adalah bisa muncul di ranking pertama hasil penelusuran secara organic. 

Maka dari itu, dalam menjalankan strategi SEO, Anda harus memperhatikan hal tersebut.  

Hasil penelusuran Google sekarang ini sudah banyak berubah. Ada di ranking pertama secara organik belum tentu bisa mendapatkan banyak traffic.

Ada beberapa alasan untuk hal ini.

Pertama, iklan berbayar yang muncul di bagian atas dan bawah. Hal itu akan mengepung hasil penelusuran organik dan menurunkan potensi klik.

Kedua, adanya fitur SERP yang meningkatkan pencarian tanpa klik. Beberapa informasi sudah Google tampilkan secara instan yang membuat user tidak perlu melakukan klik lagi.

Berkaitan dengan hal-hal tersebut, Anda harus jeli dalam menentukan kata kunci. Supaya strategi SEO bisa berjalan dengan baik, tentukan kata kunci yang tidak didominasi ads dan fitur SERP.

Pahami SERP Demi Kelancaran Strategi SEO!

SEO adalah salah satu strategi pemasaran digital yang cukup krusial untuk perkembangan bisnis. Untuk bisa menjalankan strategi SEO dengan baik, Anda harus bisa memahami SERP atau hasil penelusuran.

Untuk bisa tampil di halaman teratas hasil penelusuran Anda bisa melalui cara organik dan menggunakan iklan berbayar dari Google. 

Google juga memiliki fitur SERP yang bisa menampilkan hasil penelusuran lebih variatif. Hal ini bak pisau bermata dua. Sangat bermanfaat bagi user, tapi jadi mimpi buruk bagi creator.

Pasalnya, fitur tersebut bisa meningkatkan potensi pencarian tanpa klik.

Maka dari itu, Anda harus lebih jeli dalam menganalisis kata kunci. Pastikan kata kunci tersebut tidak menjebak Anda dengan ads dan fitur SERP yang tidak bersahabat.

Penutup

Menganalisis SERP jadi tahapan krusial dalam menjalankan strategi SEO. Di artikel ini Anda sudah mengenal definisi, jenis, dan perannya di strategi SEO.

Semoga hal ini bisa sedikit jadi panduan untuk Anda. Jangan lupa perbanyak referensi lain untuk menunjang praktek Anda.

Terakhir: Bila Anda butuh hosting aman & murah serta server berbasis di Indonesia, gunakan Jogjahost, see you again!

Related Post:
Jho

Jho

Saya akan berbagi tulisan tentang definisi apapun yang berkaitan dengan dunia hosting, domain dan website.

Tinggalkan komentar

Content

Pilihan

Dapatkan layanan hosting unlimited murah dengan unlimited storage SSD, unlimited bandwith,litespeed webserver dan fitur unggulan lainnya di Jogjahost