Apa itu Query SQL? Komponen SQL & Contoh Pengaplikasiannya

Query SQL secara spesifik mengacu pada permintaan data dari sistem database. Anda bisa mengambil data tersebut untuk kemudian Anda tampilkan ulang dengan kondisi tertentu, bisa juga mengambilnya kemudian memanipulasinya.

Pada prinsipnya, ini hanyalah salah satu jenis statement dan komponen pada bahasa pemrograman berbasis database seperti SQL.

Artikel ini akan membahas definisi Query SQL, komponen SQL, skema penulisan dan contoh penggunaannya. 

Untuk para mahasiswa jurusan informatika tahun pertama, atau siswa SMK jurusan rekayasa perangkat lunak, bisa menyimak artikel ini sebagai salah satu referensi dasar.

Apa itu Query?

Sebelum membahas tentang apa itu Query SQL, kita pahami dulu apa itu query.

Dalam sistem database, query artinya meminta akses data dari sistem database untuk mengambil data tersebut baik itu untuk dimanipulasi atau ditampilkan dalam result table

Lalu apa itu SQL? SQL adalah salah satu bahasa pemrograman untuk mengelola data secara menyeluruh pada Relational Database Management System (RDBMS).

Database relasional adalah salah satu model database yang berbasis tabel yang saling terhubung. Anda bisa melihat contoh database relasional di gambar berikut ini.

apa itu query sql
Sumber: omnisci.com 

Jadi, ini berbeda dari MySQL.

SQL adalah bahasa pemrograman RDBMS sedangkan MySQL adalah aplikasi database berbasis SQL. 

Apa itu Query SQL?

Bahasa Query adalah kode spesifik untuk mengambil data dari record database dan menampilkannya. Di samping itu, Anda juga bisa memanipulasi data yang sudah diambil.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa Query SQL adalah salah satu jenis “statement” dari bahasa SQL, termasuk dalam komponen Data Query Language, yang spesifik merujuk pada perintah “selecting data”.

Komponen-Komponen Query SQL

Apa itu Quey SQL
Sumber: brainkart.com

Pada prinsipnya, komponen SQL adalah pengkategorian perintah dasar SQL. 

Setidaknya, ada 5 komponen dasar SQL. Query masuk dalam salah satu komponen tersebut.

1. DML 

DML atau Data Manipulation Language adalah kumpulan perintah atau command SQL untuk memanipulasi data di sistem database.

Pada intinya, perintah yang termasuk dalam kategori ini yaitu:

  • INSERT INTO -> Memasukan data ke dalam tabel database
  • DELETE -> Menghapus data yang ada di tabel database.
  • UPDATE -> Mengubah data atau record dalam tabel database.

2. DDL 

DDL atau Data Definition Language adalah perintah dasar SQL untuk mendefinisikan data di sistem database. Perintah DDL di antaranya:

  • CREATE -> Perintah untuk membuat database adalah CREATE ini.
  • DROP -> Menghapus database.
  • ALTER TABLE -> Untuk membuat perubahan pada struktur tabel. Anda bisa mengikuti perintah ini ini dengan “ADD” atau “DROP COLUMN”.
  • BACKUP DATABASE -> Membuat backup database.

3. DCL 

DCL atau Data Control Language adalah perintah untuk yang menangani hak akses dan kontrol atas sistem database. Perintah SQL yang masuk kategori ini adalah:

  • GRANT -> Memberikan hak akses user terhadap database dan obyek-obyek di dalamnya.
  • REVOKE -> Mencabut hak akses user terhadap database

4. TCL

TCL atau Transactional Control Language adalah perintah untuk mengelola transaksi dalam sistem database.

Sementara itu, perintah atau commands yang termasuk dalam TCL yaitu:

  • COMMIT -> Menyimpan suatu transaksi di sistem database.
  • ROLLBACK -> Memulihkan database sesuai dengan COMMIT terakhir.
  • SAVEPOINT -> Untuk menyimpan transaksi sementara.
Baca Juga:  Cara Memperkuat Sinyal Wifi Efektif, Pasti Works (2021)

5. DQL

DQL atau Data Query Language adalah perintah untuk membuat query atau mengambil data dari database

Perintah atau command DQL adalah SELECT. Jadi, jika Anda punya pertanyaan tentang cara membuat query, Anda hanya perlu menerapkan perintah ini.

Dengan command ini, Anda bisa mengambil salah satu atau beberapa record dalam tabel database kemudian menampilkannya dalam result table.

Bahasa SQL tidak hanya memiliki perintah atau command seperti contoh di atas. Sebetulnya, masih ada banyak “klausa” dan function lain seperti: WHERE, MIN, MAX, COUNT, AVG, SUM, dll.

Skema Penulisan Syntax Query SQL

Pada dasarnya, semua tindakan yang Anda lakukan pada sistem database bekerja menggunakan “statement”. Kemudian, dalam setiap statement terdapat suatu Command atau perintah spesifik. 

Berikut contoh statement pada SQL database:

SELECT * FROM Customers;

Nah, SELECT adalah command pada statement tersebut.

Akan tetapi, Anda perlu memperhatikan skema penulisan syntax SQL. Ingat, setiap statement harus Anda akhiri dengan titik dua.

Bahasa pemrograman ini tidak sensitif dengan penulisan huruf kapital atau bukan. Jadi, ketika Anda menulis “select” atau “SELECT”, program masih akan tetap merespon.

Untuk menuliskan nama pada setiap data (nama database, nama tabel, nama record, dll), Anda tidak bisa menggunakan spasi. Anda bisa menggunakan tanda garis bawah (_) jika ingin memisahkan kata.

Contoh Penggunaan Bahasa Pemrograman SQL

Anda bisa menyimak beberapa contoh di bawah ini untuk lebih memahami cara menggunakan bahasa pemrograman SQL.

1. Membuat Database

Sebelum lebih jauh melihat contoh statement lain, pertama-tama Anda harus membuat database terlebih dahulu.

Syntax-nya yaitu:

CREATE DATABASE namadatabase;

2. Membuat Tabel

Lalu, setelah membuat database, Anda harus membuat tabel. Pada satu database biasanya terdiri dari beberapa tabel yang saling berkaitan.

Syntax-nya yaitu:

CREATE TABLE nama_tabel (
column1 tipedata,
column2 tipedata,
column3 tipedata,
....
);

Dan, berikut ini adalah contohnya:

CREATE TABLE Persons (
PersonID int,
LastName varchar(255),
FirstName varchar(255),
Address varchar(255),
City varchar(255)
);

Lalu, hasilnya akan tampak seperti berikut:

Apa itu Query SQL
Sumber: w3schools.com

Nah, bisa Anda lihat, tabelnya masih kosong.

3. Mengisi Record Pada Tabel

Berikutnya, tabel yang tadi sudah Anda buat harus Anda isi dengan beberapa record data. Untuk itu, Anda akan menggunakan command INSERT TO. Berikut inilah syntax-nya.

INSERT INTO nama_tabel (column1, column2, column3, ...)
VALUES (value1, value2, value3, ...);

Jika tabel masih kosong dan Anda ingin mengisikan data pada seluruh kolom, Anda tidak harus menuliskan nama kolom.

Baca Juga:  4 Cara Kompres PDF Mudah, Online & Offline

Alhasil, syntax-nya akan menjadi seperti ini:

INSERT INTO nama_tabel
VALUES (value1, value2, value3, ...);

Ini adalah contohnya:

Misalnya, Anda memiliki tabel seperti gambar berikut.

Sumber: w3schools.com

Pada CustomerID sudah menggunakan fungsi “Auto Increment”. Jadi, Anda hanya perlu mengisi record untuk kolom lainnya.

Nah, syntax-nya adalah sebagai berikut.

INSERT INTO Customers (CustomerName, ContactName, Address, City, PostalCode, Country)
VALUES ('Cardinal', 'Tom B. Erichsen', 'Skagen 21', 'Stavanger', '4006', 'Norway');

Hasilnya akan jadi seperti ini.

Sumber: w3schools.com

4. Membuat Query SQL

Selanjutnya, di poin ini Anda akan belajar cara membuat query. Dan, seperti yang sudah kami singgung di atas, hal ini fokus dengan command SELECT.

Syntax-nya adalah:

SELECT column1, column2, ...
FROM table_name;

Namun, jika Anda ingin menampilkan seluruh record dalam tabel, syntax-nya adalah:

SELECT * FROM table_name;

Contohnya, Anda memiliki tabel bernama “Customers” seperti gambar berikut.

Sumber: w3schools.com

Kemudian, Anda bisa menampilkan recordCustomerName” dan “City” menggunakan syntax seperti berikut ini:

SELECT CustomerName, City FROM Customers;

Hasilnya akan muncul di result table seperti gambar berikut.

Sumber: w3schools.com

Itu dia contoh query SQL yang sederhana.

Query SQL: Bagian Kecil dari Statement SQL

Query merupakan bagian kecil dari statement database

Command ini berfungsi untuk meminta akses data pada tabel database. Anda bisa mengambil data tersebut dan menampilkannya pada result table atau memanipulasinya.

Pada RDBMS, Query SQL secara umum mengacu pada command SELECT. Tapi selain itu, masih ada klausa yang lebih luas seperti: GROUP BY, JOIN, ORDER BY, dll.

Baca juga:

Penutup

Query SQL hanyalah part kecil dari sistem database. Jika Anda ingin menguasai pengelolaan sistem database, Anda harus mempelajari komponen SQL lainnya.

Anda bisa belajar di situs www.w3schools.com. Di situ materinya cukup lengkap dan tidak bertele-tele. Anda bahkan bisa praktek langsung menggunakan tools yang situs ini sediakan.

Namun, jika Anda butuh bantuan untuk mendapatkan hosting dan domain berkualitas, jangan ragu untuk mempercayakan kebutuhan hosting dan domain Anda kepada Jogjahost.

Akhir kata, semoga artikel ini bisa melengkapi referensi Anda dalam mempelajari sistem database.

 

Related Post:
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print
Jho

Jho

Saya akan berbagi tulisan tentang definisi apapun yang berkaitan dengan dunia hosting, domain dan website.

Tinggalkan komentar

Content

Pilihan

Dapatkan layanan hosting unlimited murah dengan unlimited storage SSD, unlimited bandwith,litespeed webserver dan fitur unggulan lainnya di Jogjahost