Apa itu Influencer? Kenali Jenisnya & Cara Memilih Influencer yang Tepat

Anda punya bisnis? Ingin bisnis Anda berkembang? Pekerjakan Influencer untuk mempromosikan produk Anda!

Strategi pemasaran menggunakan jasa influencer cukup populer di era digital ini. Metode ini sudah terbukti cukup efektif untuk mendongkrak bisnis.

Anda bisa menyimak artikel berikut ini untuk mengetahui tentang apa itu influencer, konsep influencer marketing dan cara mencari influencer yang tepat untuk mempromosikan produk Anda.

5/5 - (1 vote)

Pengertian Influencer

Influencer adalah seseorang yang memiliki pengaruh atas sejumlah audiens di suatu bidang, ceruk atau industri tertentu. 

Influencer juga kerap disebut dengan Key Opinion Leader (KOL). Penyebutan ini mengacu pada opini atau pendapat mereka yang cukup didengar bahkan bisa menginspirasi audiensnya. 

Para influencer ini biasanya aktif di platform sosial media. Melalui sosial media itulah para influencer membuat pengaruh dan menghimpun massa. 

Setelah mengetahui apa itu influencer, Anda juga perlu tau jenis-jenisnya.

Jenis-jenis Influencer

Influencer terbagi dalam beberapa jenis. Umumnya diklasifikasikan berdasarkan platform yang biasa digunakan & jumlah followersnya.

Jenis Influencer Berdasarkan Platformnya

Seorang influencer biasanya memiliki satu platform sosial media yang cukup dominan digunakan. Mengacu pada hal tersebut, para influencer ini kemudian dipanggil dengan nama yang terasosiasi dengan platform tersebut, misalnya:

  • Youtuber,
  • Selebgram,
  • Selebtwit,
  • Blogger,
  • Tiktokers,

Tidak menutup kemungkinan mereka menggunakan beberapa platform sosial media. Tapi umumnya mereka lebih intens di satu platform untuk berkarya. 

Jenis Influencer Berdasarkan Jumlah Followernya

  • Mikro

Influencer yang masuk kategori ini memiliki follower antara 1000 – 100 ribu atau lebih sedikit dari itu.

Meski jumlah followernya tidak terlalu sedikit, mereka tetap memiliki kekuatan. Relasi yang dibangun dengan followers mereka lebih erat. Pengaruh yang mereka miliki terasa lebih real pada seluruh followernya.

Selain ikatan dengan follower yang lebih erat, influencer mikro biasanya lebih spesifik. Mereka menggeluti bidang yang cukup niche. Karakter followersnya juga lebih mudah dipetakan.

  • Makro 

Influencer yang masuk kategori ini memiliki follower antara 100 ribu – 1 juta. Dengan followers sebanyak ini, tingkat engagement nya biasanya tidak lebih dari 25%

Namun, followernya yang banyak berpotensi untuk mempromosikan produk di kalangan yang lebih luas. 

  • Mega/Premium

Kalangan yang masuk dalam kategori ini umumnya adalah seorang public figure atau selebriti terkenal. Kalangan ini bisa juga disebut top influencer. 

Jumlah followersnya sangat banyak lebih dari 1 juta. Dengan follower sebanyak itu, engagementnya tidak terlalu tinggi. Pengaruhnya terhadap keputusan membeli tidak terlalu erektif.

Jangkauan luas ini cocok untuk meningkatkan awareness masyarakat luas terhadap suatu produk atau merek. 

….

Pengaruh dan angka follower yang dimiliki seorang influencer ternyata memiliki nilai ekonomi. Hal tersebut bisa di barter dengan jasa pemasaran. Hal itulah yang akhirnya dikenal luas saat ini sebagai influencer marketing.

Mengenal Influencer Marketing

Influencer marketing menggabungkan 2 konsep pemasaran lama dan baru. Dasarnya mengambil konsep endorsement produk pada selebriti. Konsep tersebut kemudian diterapkan pada pemasaran berbasis konten media sosial yang lebih modern.

Setiap influencer memiliki audiens dengan niche tertentu. Biasanya sudah terpetakan sesuai karakter sang influencer. Tak sedikit dari audiens tersebut begitu terinspirasi dengan sosok influencer yang mereka ikuti.

Jadi saat seorang influencer terafiliasi dengan suatu produk, para audiensnya bisa ikut menggunakan atau mengkonsumsi produk tersebut.

Hal inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh pelaku bisnis. Sebagai pelaku bisnis, Anda bisa mengajak kolaborasi para influencer ini. Membayar mereka untuk berpromosi. 

Para influencer akan membuat konten promosi dan menyebarkannya di media sosial miliknya. 

Mereka bisa menyampaikan pesan tentang merek atau produk milik Anda. Pengaruh yang mereka miliki akan membuat pesan tersebut lebih efektif dan tepat sasaran.

Seberapa efektifkan metode ini? Apakah metode pemasaran ini bisa benar-benar berdampak pada bisnis?

Mengapa Menggunakan Influencer Marketing?

CivicScience mengemukakan data bahwa hampir 1/5 konsumen di Amerika membeli sesuatu karena rekomendasi influencer. 

Per tahun 2019 saja, ada sekitar 72% merek yang memasukan influencer marketing dalam anggaran pemasaran. 

Tren ini tentu saja masih akan terus naik.

Meski data tersebut diambil dari koresponden Amerika, hal tersebut rasanya cukup sejalan dengan tren di Indonesia. 

Influencer Marketing masih cukup populer. Tidak hanya dilakukan oleh brand besar, pemilik usaha mikro bahkan cukup intense melakukan pendekatan pada para influencer.  

Influencer Marketing dianggap masih lebih efektif dibanding iklan digital. Tapi untuk mendapatkan hasil yang efektif, Anda tidak bisa sembarangan memilih influencer. Ada banyak hal yang harus Anda pertimbangkan dan keputusan Anda harus berstrategi.

Cara Memilih Influencer yang Tepat

Setidaknya ada 8 hal yang perlu dilakukan saat Anda ingin mencari influencer untuk mempromosikan produk milik Anda. Dengan memperhatikan hal-hal berikut ini, setidaknya bisa meminimalisir kesalahan dalam memilih dan membuat promosi jadi tidak efektif.

1. Perhatikan Relevansi Influencer dengan Produk 

Anda bisa memilih influencer yang kontennya relevan dengan produk yang Anda usung. Misalnya, Anda memiliki bisnis travel, Anda bisa menggunakan jasa influencer yang hobby traveling.

Relevansi ini sangat penting karena sang influencer akan jadi messenger dari produk yang ingin Anda pasarkan. Jangan sampai sang influencer tidak menguasai produk kemudian pesan yang disampaikan tidak sesuai yang diharapkan.

2. Identifikasi Potensi Follower Sang Influencer

Anda harus memperhatikan Reach yang bisa Anda dapat. Reach berkaitan dengan jumlah orang yang berpotensi untuk dijangkau dari basis pengikut sang influencer. 

Kenyataannya, tidak semua influencer memiliki follower yang sejalan dengan karakteristiknya. Contohnya seorang influencer berkarakter hypebeast tapi rata-rata followernya adalah anak-anak.

Anda harus menggali lebih dalam dan mencari tahu karakteristik follower dari influencer yang ingin Anda gunakan jasanya.

Jika karakteristik follower sejalan dengan karakteristik konsumen yang Anda target, Anda bisa menjangkau lebih banyak potensial buyer

3. Menyesuaikan Engagement dengan Kebutuhan Skala Promosi 

Resonance berkaitan dengan level engagement dari sang influencer. 

Hal ini cukup tricky karena semakin banyak follower, engagement influencer dengan followernya akan semakin rendah. 

Influencer di level micro meski jangkauannya lebih sempit, bisa memiliki engagement yang tinggi. Follower mereka biasanya juga cukup militan. Interaksi yang dibangun antara sang influencer dan followernya juga cukup dekat.

Nah Anda bisa menilik lagi strategi marketing yang sudah Anda rencanakan. Mana yang lebih dibutuhkan, jangkauan promosi yang luas atau engagement tinggi yang mudah dikonversi jadi potensial buyer.

4. Penyesuaian Budget

Budget jadi hal krusial dalam menjalankan pemasaran. Anda harus mengelolanya dengan tepat. Dengan budget besar Anda akan memiliki keleluasaan, dengan budget kecil Anda harus lebih detail memperhatikan rate para influencer. 

Pilihlah influencer yang ratenya sesuai dengan budget yang Anda miliki. 

Pilihlah influencer yang ratenya sesuai dengan budget yang Anda miliki. 

5. Reputasi

Anda harus memperhatikan reputasi sang influencer.

Jangan sampai Anda memilih influencer yang terkenal tidak profesional dalam menjalankan perjanjian kerja.

Jangan sampai juga mempekerjakan influencer yang sudah memiliki reputasi negatif di mata masyarakat karena tindakannya. Misalnya dia adalah pelaku pelecehan seksual atau pelaku tindak kriminal.

Saat menggunakan jasa seorang influencer, brand Anda akan melekat dengan sang influencer. Reputasi brand Anda akan sangat terdampak.

6. Mempertimbangkan Intensitas Update Konten

Perhatikan bagaimana kebiasaan sang influencer dalam update konten. Influencer yang baik adalah yang cukup konsisten mengupdate kontennya. Hal itu akan membuat engagement antara sang influencer dengan followernya tetap terjaga.

Tapi intensitas upload konten yang terlalu sering bisa membuat konten promosi Anda cepat tertimbun dan tidak terjangkau oleh audiens secara optimal.

Dalam hal ini, Anda perlu membuat kesepakatan yang bisa jadi win win solution.

7. Identifikasi Kepercayaan Follower pada Influencer

Anda harus bisa memilih seorang influencer yang dipercaya oleh followernya. 

Bagaimana cara mengetahuinya?

Anda bisa menggali reputasinya dalam memberikan rekomendasi di luar iklan. Seberapa percaya para follower dengan rekomendasinya.

Anda juga bisa melihat dari aktifitas komentar dan likes. Seorang influencer yang dipercaya akan menciptakan suatu interaksi yang organik. 

Influencer Marketing: Metode Marketing yang Efektif di Era Digital

Influencer Marketing hadir sebagai alternatif strategi pemasaran yang cukup efektif. Terbukti dari sejumlah brand besar dan pelaku bisnis mikro yang masih mengandalkannya.

Ada banyak jenis influencer dengan karakteristik yang berbeda-beda. Supaya pemasaran Anda bisa berjalan dengan efektif, Anda perlu memilih influencer yang tepat. 

Penutup

Influencer adalah seorang pengguna sosial media yang memiliki pengaruh dan memiliki follower banyak. Influencer ini kerap dipekerjakan oleh pelaku bisnis untuk mempromosikan produknya. Hal ini biasa disebut influencer marketing.

Semoga informasi ini bermanfaat. Anda memiliki insight baru untuk menjalankan strategi pemasaran.

Related Post:
Jho

Jho

Saya akan berbagi tulisan tentang definisi apapun yang berkaitan dengan dunia hosting, domain dan website.

Tinggalkan komentar

Content

Pilihan

Dapatkan layanan hosting unlimited murah dengan unlimited storage SSD, unlimited bandwith,litespeed webserver dan fitur unggulan lainnya di Jogjahost