5 Step untuk Membuat Infografis yang Powerfull

Anda bisa mengembangkan konten infografis untuk meningkatkan awareness dan engagement dengan audiens Anda. 

Infografis akan meringkas informasi atau data dalam sebuah visualisasi menarik. Hal tersebut lebih atraktif. Orang-orang juga lebih mudah tertarik dengan konten visual semacam itu.

Artikel ini akan menjabarkan pada Anda tentang apa itu infografis, jenis, dan bagaimana cara membuat infografis yang efektif.

Pengertian Infografis

Definisi infografis adalah suatu representasi visual sebuah informasi atau data (Kamus Oxford). 

Secara lebih spesifik, infografis menyajikan suatu data atau informasi menggunakan kombinasi visual: gambar ilustrasi, bagan, dan teks singkat untuk memberi penjelasan secara umum.

Infografis memiliki banyak jenis. Bisa dikategorikan berdasar bentuk, tujuan, aliran informasi, maupun jenis objeknya. 

Setiap jenis biasanya memiliki format dasar dan ciri visual tertentu. 

Meski demikian infografis tidak memiliki suatu ketentuan baku. Formatnya pun tidak kaku. Semua tergantung kreatifitas pembuatnya. 

Jenis Infografis

Berikut ini adalah beberapa jenis infografis yang dikategorikan berdasarkan bentuknya.

Infografis Statis

Infografis statis berformat image atau suatu gambar yang tidak bergerak. 

Ini merupakan jenis yang paling umum digunakan karena cukup mudah dibuat. Banyak orang yang membuat infografis statis sendiri sebagai konten di blog atau sosmed. Tak heran jika berbicara infografis, top of mind di kepala orang-orang adalah jenis ini.

Jenis ini tidak hanya bisa jadi konten digital. Infografis statis juga bisa di print menjadi suatu poster, brosur atau bentuk lain.

Infografis Animasi

Seperti namanya, infografis ini berbentuk video animasi. Baik itu animasi 2D maupun 3D. Selain elemen visual, jenis ini juga didukung elemen audio. 

Elemen audionya bisa berupa narasi atau sekedar musik pengiring.

Selain bisa digunakan sebagai konten di internet, format ini juga bisa digunakan sebagai iklan di TV.

Infografis Interaktif

Infografis interaktif memiliki konsep yang lebih kompleks. Infografis ini didesain untuk bisa berinteraksi dengan orang-orang. 

Jadi Anda akan berhadapan dengan user interface yang interaktif. Anda bisa melakukan melakukan eksplorasi, memilih informasi mana yang ingin dilihat. 

Informasi yang disajikan biasanya dipecah dalam komponen-komponen yang cukup spesifik.

Contoh infografis interaktif bisa Anda temui di museum. Infografis interaktif ini lebih menarik pengunjung daripada sekedar mendengarkan pemandu.

Setiap jenis infografis digunakan untuk kebutuhan tertentu. Tidak ada jenis yang lebih lebih unggul dibanding jenis lainnya. 

Anda bisa memilih jenis infografis sesuai dengan platform yang Anda gunakan dan kemampuan Anda dalam membuatnya.

Menggunakan jenis infografis manapun sah-sah saja. Hal yang terpenting, tujuan utamanya sebagai representasi informasi atau data dalam format visual bisa terpenuhi dan bekerja dengan baik.

Mengapa Menggunakan Infografis

Infografis jadi alat yang umum digunakan dalam komunikasi visual. 

Komunikasi visual merupakan cara menyampaikan informasi yang cukup efektif. Pasalnya, otak manusia secara umum lebih mudah menyerap informasi dalam bentuk visual dibanding audio dan teks.

Elemen visual dalam infografis memiliki peran krusial. Hal itu tidak sekedar jadi pemanis. 

Elemen visual dalam infografis harus disusun sedemikian rupa supaya informasi di dalamnya mudah dipahami. Lebih dari itu, elemen visual juga harus dibuat sekreatif mungkin supaya tetap tinggal di benak orang.

Ada beberapa keuntungan jika Anda menggunakan infografis:

  • Informasi atau data yang kompleks bisa dipecah jadi potongan kecil. Audiens bisa lebih mudah mencerna informasi atau data.
  • Adanya elemen visual membuatnya tampak lebih menarik.
  • Elemen visual bisa menempel lebih lama di benak orang-orang. 
  • Kemungkinan besar, informasi yang disampaikan melalui infografis lebih mudah diingat.
  • Bisa digunakan di berbagai platform.

Infografis sudah jadi konten kekinian. Anda bisa dengan mudah mendapati infografis di berbagai tempat.

Infografis bisa menjalankan fungsinya dengan efektif jika dibuat dengan cara yang tepat. Anda tidak bisa membuatnya dengan sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu Anda siapkan dan perhatikan supaya elemen visual dan informasinya bisa menyatu.

Tahap-tahap Membuat Infografis

Ada beberapa tahapan yang harus Anda lakukan dalam membuat infografis. Simak langkah-langkah berikut ini:

Tahap 1 – Identifikasi Audiens & Menetapkan Topik

Tujuan utama dibuatnya infografis adalah untuk menyajikan suatu data atau informasi. Maka dari itu, sebelum memikirkan desainnya, Anda harus menetapkan dulu topiknya. 

Topik tersebut bisa Anda dapatkan dengan mengidentifikasi siapa audiens yang ingin Anda sasar.

Rumuskan tentang:

Masalah apa yang sedang mereka dihadapi?
Informasi apa yang mereka butuhkan?
Apa saja solusi yang bisa membantu mereka?

Berdasarkan rumusan tersebut, Anda bisa lebih mudah menetapkan topik pembahasan yang relevan dengan audiens.

Jika Anda bekerja dalam sebuah tim, Anda bisa melakukan brainstorm untuk mencari ide pembahasan yang tepat.

Selain menetapkan topiknya, Anda juga harus merancang informasi apa saja yang ingin disampaikan. 

Pada suatu topik tentu saja ada banyak hal yang bisa dibahas. Sayangnya, infografis memiliki keterbatasan media. Jadi Anda harus menetapkan pembahasan yang lebih spesifik.

Anda bisa menyusunnya dalam sebuah kerangka supaya memudahkan tahap-tahap selanjutnya.

Tahap 2 – Mengumpulkan & Mengelola Informasi atau Data 

Setelah topiknya sudah ditetapkan, Anda bisa mengumpulkan informasi dan data yang ingin disajikan. Manfaatkanlah berbagai referensi.

Jika informasi atau data yang Anda dapatkan berasal dari sumber external, pastikan untuk mencatat sumbernya. Hal ini akan dibutuhkan pada saat membuat credit.

Pastikan sumber external tersebut kredibel. 

Informasi atau data yang sudah Anda dapatkan harus disusun. Susun berdasarkan kerangka yang sudah Anda tetapkan sebelumnya.

Tahap 3 – Menetapkan Skema Visualisasi

Anda bisa mengidentifikasi skema visual yang cocok dengan informasi dan data yang sudah Anda himpun. 

Anda bisa menggunakan metode ICCORE yang dikembangkan oleh Venngage

  • Inform

Hal ini untuk kebutuhan penyampaian pesan yang to the point, tanpa terlalu banyak konteks untuk dipahami.

Jika diidentifikasi secara visual, Anda akan mendapati suatu teks atau angka yang dibuat lebih mencolok. Biasanya disandingkan dengan ikon atau grafik untuk menunjang informasinya.

infografis adalah
Sumber: Venngage
  • Compare

Hal ini untuk suatu informasi atau data yang sifatnya membandingkan. Contoh infografis perbandingan misalnya pertarungan fitur antar dua produk smartphone.

Anda bisa menggunakan suatu diagram sebagai elemen visualnya. Ada banyak diagram yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan.

Sumber: Venngage
  • Change

Hal ini untuk menyajikan informasi yang dipengaruhi dengan perubahan waktu. 

Bisa suatu peristiwa yang bersifat kronologis. Biasanya menggunakan visualisasi berupa timeline.

Bisa juga perubahan data pada suatu waktu tertentu. Visualisasinya bisa menggunakan chart line atau area chart.

Sumber: Freepik & Venngage
  • Organize

Hal ini untuk menyajikan suatu data yang terorganisir. Bisa untuk menyajikan ranking, suatu pola, proses kerja, grup dll. 

Beberapa elemen visual yang bisa digunakan untuk menunjang, diantaranya: mindmap, flowchart, listicle, dan tabel.

Sumber: Venngage
  • Relationship

Hal ini untuk menyajikan suatu data yang memiliki keterkaitan atau hubungan. Elemen visual yang bisa digunakan untuk menunjang hal ini misalnya scatterplot atau multi-series plot.

Sumber: Venngage
  • Explore

Hal ini untuk menyajikan suatu data secara lebih umum. Infografis yang Anda sajikan akan berisi sejumlah plot informasi. Audiens akan mengeksplorasi sendiri setiap plot informasi.

Elemen visual yang digunakan bisa bervariasi tergantung spesifikasi data yang ingin Anda tampilkan. 

Di atas adalah beberapa metode yang bisa Anda pilih untuk menetapkan skema visualisasi. Sekali lagi, sesuaikan dengan spesifikasi data yang ingin Anda sajikan. 

Skema visualisasi tersebut hanya jadi landasan dalam desain. Selebihnya, Anda bisa eksplorasi kreativitas Anda dalam mendesain. 

Tahap 4 – Merancang Layout

Kami asumsikan Anda akan membuat infografis statis. Pasalnya, jenis inilah yang cukup mudah untuk dibuat oleh orang-orang secara umum.

Tahapan spesifiknya akan berbeda jika Anda memilih bentuk infografis lain.

Anda harus merancang layout saat ingin membuat infografis statis. Hal ini untuk menyeimbangkan tata letak infografis. Layout ini juga akan menentukan dimensi infografis yang akan dibuat.

Ada beberapa jenis grid layout yang bisa dipilih. Hal ini bisa Anda sesuaikan dengan spesifikasi data dan platform yang Anda gunakan.

Gambar di bawah ini menunjukan beberapa contoh grid layout yang bisa Anda pilih:

Sumber: Venngage

Tahap 5 – Mendesain

Ini adalah tahapan yang teknis. Semua hal yang sudah Anda siapkan dan rencanakan akan dituangkan dalam suatu bentuk visual.

Pada tahap desain, ada beberapa komponen yang harus Anda perhatikan, diantaranya:

  • Font

Jenis font yang Anda pilih harus cocok dengan konsep desain yang ingin Anda usung. Usahakan font nya mudah dibaca. 

Perhatikan ukuran font. Untuk konteks yang ingin di highlight bisa Anda buat lebih besar. Bagian deskripsi ukurannya bisa lebih kecil.

  • Komposisi

Komposisi adalah hal krusial dalam desain. Setiap elemen visual harus disusun dalam komposisi yang baik. Hal ini berkaitan dengan ukuran elemen visual dan penempatannya.

  • Negative Space

Hal ini masih berhubungan dengan komposisi. Selain elemen visual, Anda juga harus memperhatikan space kosong. 

Atur sedemikian rupa supaya tidak tampak sesak dan penempatan tiap elemen tampak seimbang.

  • Color

Contoh infoografis yang menarik adalah yang memiliki perpaduan warna pas.

Warna font dan background nya harus sesuai supaya bisa terbaca.

Pilih warna yang nyaman dilihat mata. Jangan lupa sesuaikan juga dengan konsep desain yang Anda inginkan.

Infografis yang baik tidak selalu penuh warna. Prinsipnya adalah kepaduan warna di tiap elemen visual. 

Untuk bisa menciptakan desain yang baik, Anda butuh persepsi desain yang baik. Jika skill teknis Anda terbatas, Anda masih bisa menggunakan template infografis yang disediakan aplikasi infografis instan seperti: Canva, Venngage, Piktochart, Visme, dll.

Infografis: Konten Visual yang Informatif & Menarik 

Jika Anda memiliki suatu platform sosial media atau blog dan ingin berbagi informasi secara lebih menarik, Anda bisa menggunakan konten infografis.

Konten infografis lebih atraktif dibanding konten full teks. Selain menarik sebagai sebuah konten, media ini juga efektif untuk membagikan suatu informasi. 

Infografis juga bisa Anda gunakan di banyak platform. 

Penutup

Infografis adalah suatu media untuk menyampaikan informasi secara visual. Infografis terbagi dalam beberapa jenis tergantung bentuk maupun jenis pesan yang ingin disajikan. 

Pembuatan infografis bukan hanya sekedar membuat desain. Ada tahap riset untuk menentukan topik dan mengumpulkan informasi atau data. Semua hal tersebut harus dikerjakan dengan baik untuk menghasilkan infografis yang efektif.

Semoga ulasan ini bisa bermanfaat.

Related Post:
Jho

Jho

Saya akan berbagi tulisan tentang definisi apapun yang berkaitan dengan dunia hosting, domain dan website.

Tinggalkan komentar

Content

Pilihan

Dapatkan layanan hosting unlimited murah dengan unlimited storage SSD, unlimited bandwith,litespeed webserver dan fitur unggulan lainnya di Jogjahost