Apa itu Dropship? Cara Kerja & Cara Menjalankannya

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print

Anda ingin belajar berbisnis online? Jadi dropshipper saja. Skema dropship yang minim resiko cocok untuk Anda yang ingin coba-coba berbisnis online.

Urusan akan ditangani supplier, Anda hanya perlu menangani masalah pemasaran dan customer service saja.

Ulasan berikut ini akan membuka wawasan Anda tentang pengertian dropship, cara kerja, dan bagaimana menjalankannya.

Pengertian Dropship & Cara Kerjanya

Dropship adalah sebuah metode jual beli yang tidak mengharuskan penjual memiliki stok produk. Lalu apa itu dropshipper? Dropshipper artinya adalah pelaku skema dropship. 

Gambaran cara kerja dropship kurang lebihnya adalah sebagai berikut: 

Penjual bekerjasama dengan supplier. Saat ada pesanan, penjual akan meneruskan pesanan ke supplier dan supplier akan menangani pengiriman produk.

Dalam skema ini, penjual hanya akan menangani transaksi. Penanganan produk diserahkan sepenuhnya pada supplier. 

Sumber: Oberlo

Dalam persepsi umum, sistem ini layaknya makelar. Jadi pihak penjual hanya menjembatani konsumen ke supplier selaku pemilik produk. 

Namun, produk yang dikirim supplier tetap atas nama penjual. Jadi konsumen tetap beranggapan bahwa produk tersebut milik penjual.

Cara kerja dropship sekilas memang tampak sederhana. Namun, pada kenyataannya cukup sulit untuk mengelola bisnis semacam ini. Ada banyak hal yang harus Anda perhatikan dan siapkan untuk bisa sukses menjalankan dropship.

Cara Sukses Menjalankan Dropship

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk bisa menjalankan dropship dengan sukses.

1. Memilih Produk & Supplier yang Tepat

Anda membutuhkan produk yang memang diminati pasar. Jika produk yang Anda jual pangsa pasarnya terlalu sempit, skema ini tidak akan berjalan dengan baik. 

Anda juga bisa menjual beberapa produk sekaligus dari supplier yang berbeda. Tapi pastikan toko online Anda memiliki niche. Misalnya nichenya adalah fashion, jadi Anda hanya menjual produk fashion bukan produk lainnya.

Dalam memilih produk tidak bisa dilepaskan dari supplier produknya.

Pastikan Anda memilih supplier yang profesional. Menyediakan produk dengan kualitas terjaga dan menjalankan pelayanan dengan baik.

Pada skema ini, penanganan produk dilakukan oleh supplier. Anda tidak memiliki kontrol apapun. Jika supplier Anda berlaku tidak profesional, Anda akan jadi target yang dipersalahkan konsumen. 

2. Hadirkan Visualisasi yang Menarik

Hadirkan visualisasi menarik di toko online Anda. 

Anda memang tidak memiliki kuasa atas foto produk, tapi Anda bisa menghadirkan visualisasi lain. Intinya, Anda harus kreatif menghadirkan suatu konten untuk promosi. 

Buatlah konten yang variatif. Selain menampilkan produk, Anda bisa menghadirkan beberapa infografis, quotes atau hal semacamnya. 

Hal-hal semacam itu bisa jadi daya tarik bagi konsumen.

3. Terapkan Strategi Marketing yang Tepat

Dropship secara umum dijalankan secara online. Anda harus paham strategi digital marketing untuk bisa mengoptimalkan bisnis ini. Jika Anda memiliki pengetahuan tentang SEO, hal tersebut akan sangat membantu.

BACA:  Apa itu Customer Experience? Manfaat & Cara Meningkatkannya!

Hadirlah di semua platform marketplace dan sosial media. Semakin lebar jaring yang Anda sebar, semakin tinggi potensi Anda mendapatkan konsumen.

Anda juga harus aktif melakukan promosi. Setidaknya Anda harus aktif melakukan produk. 

Untuk lebih menarik konsumen, Anda bisa melakukan gimmick marketing. Contohnya, Anda akan memberi giveaway atau diskon bagi pelanggan yang memenuhi ketentuan.

Dalam menjalankan promosi, Anda juga harus bisa menulis copy yang menarik. Copy berkaitan dengan tulisan yang Anda gunakan dalam melakukan promosi. 

Kata-kata yang dirangkai dengan tepat bisa mempengaruhi psikologi konsumen.

4. Gunakan Iklan Berbayar

Jika bisnis Anda sudah cukup menguntungkan, Anda bisa menambah biaya promosi. Manfaatkan iklan berbayar di Google atau platform sosial media yang Anda gunakan.

Meski memanfaatkan fasilitas premium, Anda tidak boleh membuat iklan tersebut secara asal-asalan. Anda tetap harus paham dengan target market, keyword yang Anda sasar, copy yang tepat, dan visual iklan yang menarik. 

5. Perkuat Identitas Brand Toko Online

Anda memang tidak memiliki kuasa penuh untuk melakukan branding produk. Tapi Anda masih bisa melakukan branding pada toko online yang Anda jalankan.

Maka dari itu, saat memilih nama toko online jangan asal-asalan. Konten yang Anda hadirkan juga harus unik dan menarik.

Ada banyak pelaku skema dropship. Jika Anda tidak memiliki identitas, Anda akan tergerus dalam persaingan.

Hal ini juga berhubungan erat dengan poin pertama yaitu pemilihan niche produk. Niche produk tersebut akan menunjukan identitas brand toko online milik Anda.

6. Optimalkan Customer Service

Dalam dropship, ada dua elemen utama yang berperan penting terhadap kesuksesannya, yaitu: marketing dan customer service.

Anda harus bisa melayani konsumen dengan baik. Bersikaplah ramah dan tetap menjaga etika dalam komunikasi.

Selain itu Anda juga harus informatif. Jadi mau tidak mau, Anda harus menguasai produk yang dijual. Anda bisa mempelajarinya dengan meminta insight dari supplier.

7. Hadirkan Metode Pembayaran Beragam

Ini adalah salah satu bagian dari layanan pelanggan. 

Metode pembayaran adalah salah satu isu yang harus Anda perhatikan. 

Tidak semua customer memiliki rekening bank tertentu. Jika Anda memiliki beberapa pilihan rekening, hal ini akan sangat memudahkan customer. 

Apalagi jika Anda bisa menghadirkan berbagai pilihan metode pembayaran. Jadi selain menggunakan transfer rekening, bisa melalui dompet digital misalnya.

Dropship Vs Reseller

Dalam bisnis online, ada dua skema yang kerap disandingkan yaitu Dropship dan Reseller. Seperti apakah perbedaan keduanya?

BACA:  Apa itu Landing Page? Fungsi & Cara Membuatnya dari A-Z

Perbedaan dropship dan reseller sangat mudah ditandai. Dropship tidak memiliki stok produk, sedangkan reseller memiliki stok produk.

Reseller biasanya membeli produk ke pihak supplier secara grosir. Penanganan produk akan dilakukan secara mandiri oleh penjual.

Kelebihan dropship yang membuatnya banyak diminati karena skema ini tampak lebih praktis dibanding reseller. Selain itu skema ini juga cukup minim resikonya.

Tapi untuk masalah keuntungan, reseller bisa jauh lebih menguntungkan. Pasalnya pihak supplier akan memberikan harga yang kompetitif pada reseller yang membeli secara grosir. Jadi pihak penjual bisa menjualnya kembali dengan selisih harga yang cukup tinggi.

Sedangkan salah satu kelemahan dropship adalah margin keuntungannya cenderung lebih rendah. Keuntungan yang didapatkan bisa jadi tidak cukup setimpal untuk membayar tenaga dan waktu Anda.

Sebagai bisnis jangka panjang, Dropship memang kurang menguntungkan. Dropship hanyalah titik start untuk mencoba berbisnis. Jika sudah menemukan pattern dan ritme berbisnis yang sesuai harapan, Anda bisa berkembang menjadi reseller atau menciptakan produk sendiri. 

Dropship: Bisnis Online Tanpa Modal

Dropship adalah salah satu skema bisnis online yang hampir tanpa modal. Tanpa memiliki produk sendiri, Anda sudah bisa menjalankan bisnis. 

Anda hanya perlu mencari supplier yang terpercaya sebagai penyedia produk dan menangani pengirimannya. 

Menjalankan dropship tampak cukup mudah, tapi pada prakteknya sangat sulit. Margin keuntungan yang cukup kecil sangat membatasi upaya promosi. Anda harus bisa memutar otak supaya bisa menemukan strategi yang tepat.

Dropship juga butuh ketekunan. Banyak orang yang tertarik di awalnya, kemudian tumbang sebelum memanen hasil, karena tidak cukup tekun menjalankannya.

Skema ini cukup cocok untuk Anda yang ingin mulai belajar berbisnis. Anda bisa belajar melakukan riset pasar dan menjalankan strategi marketing. Setelah itu, Anda harus bisa lebih berkembang dan memiliki kuasa atas produk sendiri.

Penutup

Dropship adalah suatu skema bisnis yang mana penjual akan memasarkan produk milik supplier tanpa perlu memiliki stok. Transaksi jual beli akan ditangani penjual, sedangkan penyediaan produk dan pengirimannya ditangani supplier.

Dropship jadi bisnis online yang cukup populer karena mudah dilakukan dan resikonya yang minim. Tapi hal ini harus dijalankan dengan penuh strategi dan tidak cocok dijalankan dalam jangka panjang.

Semoga ulasan di atas bisa memberi insight baru bagi Anda yang tertarik menjadi dropshipper.

Jho

Jho

Saya akan berbagi tulisan tentang definisi apapun yang berkaitan dengan dunia hosting, domain dan website.

Tinggalkan komentar